Hari rabu ini, disambut hangat oleh matahari dipagi hari yang cerah.
Sinarnya, berhasil menembus gorden putih jendela kamar Mozayya. Gadis itu menggeliat lembut, sembari meregangkan otot-ototnya.
Mengucek-ucek sudut matanya, seraya mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kamarnya, dan berhenti tepat di jam dinding yang menunjukkan pukul enam lewat tiga.
Perlahan ia bangkit dari tidurnya, lalu berjalan gontai menuju kamar mandi.
Tidak membutuhkan waktu lama, Mozayya keluar dalam waktu sepuluh menit.
Hanya lima menit untuk bersiap-siap. Mozayya yang biasanya aktif memoles wajahnya dengan make up tipis-tipis, kali ini tidak ia lakukan, bahkan serum vitamin untuk wajahnya saja tidak sama sekali.
Hendak membuka handle pintu kamarnya, namun lebih dulu pintu itu terbuka dari luar.
Ceklek!
Mozayya mendongakkan kepalanya. Loading sebentar, setelahnya terdengar hembusan halus dari hidung gadis itu.
Menatap orang yang berada dihadapannya dengan tatapan datar.
Mozayya hanya acuh, ia mulai melangkahkan kakinya, berniat untuk melewati pria itu. Namun, sebelum itu ...
Artha mencekal sebelah tangan Mozayya, lalu menarik pinggang rampingnya dengan sangat kuat. Berbalik badan dengan cepat, sehingga tubuh keduanya beradu detik itu juga.
Grep!
Artha mendek4p Mozayya dengan sangat erat. Sebelah tangannya mengusap lembut puncak kepala Mozayya.
"Moza, saya minta maaf. Saya mohon maafkan saya." lirihnya, seraya meletakkan dagunya dipundak gadis itu.
Mozayya mengedikan bahunya, sehingga dagu Artha sedikit terangkat.
"Lepasin, nanti ada yang liat!"
"Saya tidak perduli! Apa yang bisa mereka lakukan?! Ini rumah saya, tidak ada yang bisa melarang keinginan saya!"
Mozayya mengangguk-anggukkan kepalanya pelan. "Iya, kamu betul. Orang kaya memang memiliki kuasa."
"B--bukan begitu, maksud saya—"
"Sudahlah," Mozayya mendorong pelan d4da bidang Artha, namun Artha malah semakin menguatkan dek4pannya.
Mozayya menutup matanya singkat, setelahnya menghembuskan napasnya perlahan. "Jika kamu…
Terjebak Psikopat
Penyesalan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments