Mozayya terus berlari sekencang-kencangnya. Tanpa, ia sadari ada yang memperhatikannya diam-diam.
"Apa yang sudah terjadi di kamar, itu," gumam orang, itu.
Brak!
Mozayya menutup pintu kamarnya rapat-rapat, tubuhnya terkulai lemas dibalik pintu, itu.
Isak tangisnya semakin pecah, ketika mengingat kejadian beberapa menit yang lalu.
Mozayya memeluk kedua kakinya, membenamkan wajahnya dilipatan kedua tangannya.
***
Tak terasa malam sudah berganti siang. Sinar matahari, mulai memasuki fentilasi jendela diruangan, tersebut.
Terlihat gadis cantik, yang sepertinya tidak sadar, akan posisinya yang sekarang hanya tidur dilantai tanpa beralasan apapun.
"Eughh ..." Terdengar lenguhan halus dari mulut gadis, itu. Pandangannya mulai mengedar keseluruh ruangan yang bernuansa putih polos, itu.
Mozayya, mulai bangkit dari tidurnya, "Awsss! L3her, gue ..." keluhnya, seraya memegang sebelah l3herya, ketika merasakan anggota tubuhnya, yang terasa tidak baik-baik, saja
Mozayya berdiri dengan perlahan, lalu berjalan lesu menuju tempat tidurnya.
Air matanya tiba-tiba menetes begitu saja, ketika Mozayya sudah terduduk di atas tempat tidurnya, itu.
Segera mungkin Mozayya menyeka air mata, itu. Ia menggelengkan kepalanya, " Inget, Moza! Artha lagi mabvk. Jadi, Lo gak berhak nyalahin dia sepenuhnya. Bagaimanapun juga, ini diluar kendalinya." ucapnya, mencoba menyeka air matanya yang terus-menerus turun dengan derasnya.
"Tapi, gimana kalo hal itu terulang kembali? Apa yang harus gue lakukan?" lirihnya, dengan melemparkan tatapan kosongnya, ke depan.
Brak!
Pintu terbuka lebar, dan mendapati ...
Mozayya segera mengusap air matanya kasar, memalingkan wajahnya kesembarang arah, ketika mengetahui siapa orang, itu.
'Mozayaa! Lo gak ada hak buat marah! Tapi, kenapa gue muak banget ketika liat muka, dia.' gerutunya dalam hati.
Artha menutup pintu itu perlahan, lalu mulai berjalan mendekati Mozayya.
Artha; "Semal—,"
"Kamu, lagi mabvk! Jadi, gak usah diperpanjang!" potong Mozayya, tanpa mengal…
Terjebak Psikopat
Skenario di luar rencana
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments