"Saya pikir kamu tidak akan masuk kantor." ucap Artha, menatap perempuan dihadapannya dengan raut wajah datar.
Perempuan itu menundukkan kepalanya dalam. "S--saya hanya tidak ingin menyangkut-pautkan urusan pribadi dengan pekerjaan, Tuan."
Pria itu tak mengeluarkan suara sepatah katapun lagi. Ia memutar kursi kerjanya, dan menatap bangunan-bangunan yang terlihat jelas dari jendela kaca ruangannya.
"M--maafkan saya, Tuan. S--saya tidak bermaksud seperti, itu. S--saya—"
"Sudah cukup! Saya tidak ingin mendengar apapun lagi."
Perempuan yang tak lain adalah Ledisya itu, hanya mampu menundukkan kepalanya. Sudah ia pastikan bahwa Tuan 'nya sedang marah terhadapnya. Tentu saja karena kejadian kemarin malam.
"Saya tidak mempermasalahkannya. Baguslah jika kamu mampu bersikap profesional, saya hargai itu."
Ledisya membulatkan kedua matanya, seraya mengangkat pandangannya, menatap Artha yang masih setia membelakanginya.
"T--tuan tidak marah?"
"Tentu saja marah. Hanya saja saya tidak mau kehilangan karyawan yang konsisten sepertimu. Akan sulit untuk saya mencari penggantinya."
Ledisya mengulum senyumnya, seraya mengaitkan helaian rambutnya ke belakang telinganya.
"Ah, Tuan bisa saja. Terimakasih banyak atas—"
"Tapi jika itu terulang lagi, saya tidak akan segan-segan untuk memecatmu. Bagi saya kesempatan hanya berlaku satu kali!"
"B--baik, Tuan."
"Keluarlah."
Tap! Tap! Tap!
Ceklek!
School of the best!
"Moz, enak banget ya, jadi lo." ucap seorang gadis yang sekarang sedang berada dihadapan Mozayya, seraya menatapnya lekat.
Mozayya yang tengah pokus dengan ponselnya, mengalihkan pandangannya, lalu menatap gadis yang tak lain adalah Vega.
"Maksud, lo?" Sebelah alis gadis itu terangkat sempurna.
Vega mengangguk-anggukkan kepalanya pelan. "Ya, secara 'kan lo dikelilingi cowok-cowok ganteng kaya Aldi dan Arka, misalnya."
Sudut b1bir kiri Mozayya terangkat tipis, seraya terkekeh kecil. "Apaansih, biasa aja kali."
"Harusnya lo seneng sih." Vega tersenyum tipis.
"Biasa aja." ucapnya…
Terjebak Psikopat
Merindukannya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments