"Euughh ... " Terdengar
suara lenguhan halus, dari mulut gadis yang sedang terbaring lemah, diranjang putih polos, itu.
"Lo, gapapa?!" tanya seorang pria yang sedari tadi terus menunggu kesadaran gadis, itu.
Terlihat ada guratan kekhawatiran yang tersirat diwajah pria, itu.
Mozayya mencoba bangkit dari tidurnya, namun tubuhnya begitu lemas, sehingga dirinya terhempas kembali keranjang, itu.
Mozayya; "Aduuh! Kepala, gue serasa ditonjok." rengeknya, seraya memegangi kepalanya.
"Iya, tadi gak sengaja, gue tonjok." celetuk pria itu, yang langsung dapat tatapan tajam dari Mozayya.
"Becanda ..."
Mozayya; "Gue laper, kayanya ..."
"Nih ..." ucap pria itu, seraya menyodorkan satu kantung plastik sedang, yang sepertinya di dalamnya ada berbagai macam cemilan.
Mozayya mendelikkan matanya, "Apaan, tuh?"
Pria itu meletakkan kantung plastiknya, tepat diperut Mozayya.
Mozayya; "Bantuin gue bangkit, napa!"
"O--oh, iya ... iya." Pria itu memegang kedua sisi tubuh Mozayya, lalu mengangkatnya perlahan, sehingga Mozayya bisa terduduk.
Mozayya; "Makasih," ucapnya, lalu meraih plastik yang masih berada di atas p4hanya.
Mozayya; "Lo, beli cemilan sebanyak, ini? Mau jualan keliling, Lo?" ujar Mozayya, seraya meraih roti sobek, varian cokelat sarikaya. Lalu segera melahapnya.
"Sembarangan!" sarkasnya, seraya menarik sisa gigitan roti yang berada ditangan Mozayya, lalu memakannya dengan sekali ngap.
Mozayya membulatkan matanya, menelan roti yang masih berada dalam tenggorokannya, susah payah.
Mozayya; "Uhuk ... uhuk ..." Entah punya dendam apa, roti itu tak kunjung berjalan dari tenggorokannya.
"Kenapa, Lo? Nih, minum!" ujarnya, seraya menyodorkan satu botol air minum.
Dengan sekali tegukan, air yang berada di dalam botol itu, hanya tersisa setengah dari keseluruhannya.
"Busyet! Haus apa emang favorit?"
Mozayya tak menghiraukan perkataan pria, itu. Setelahnya ia menatap dalam pria disampingnya.
Mozayya; "Lo, siapa?!"
"Gue?" tanya pria itu, sambil menunjuk dirinya sendiri..
Mozayya…
Terjebak Psikopat
Rencana jahat
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments