"Woy, upacara! Ngobrol ae!" sentak seorang pria tepat diambang pintu, menatap tajam Mozayya dan Arka.
"Santai, dong!" balas Arka, seraya menggebrak meja dihadapannya.
"Lo, yang santai beg0," gumam Mozayya, seraya mencubit pelan tangan pria di sampingnya, itu.
"Abis—, Za, tunggu!" teriaknya, seraya bangkit dari duduknya, lalu segera berlari menyusul langkah Mozayya.
Saat ini, tepat di lapang sekolah, dimana para siswa-siswi tengah berdiri tegap, dengan ditemani sinar matahari yang begitu menyengat sampe ke usus halus ples usus besar.
Tak sedikit murid yang mengumpat kesal, karena panasnya terik matahari, serta, pegelnya hormat bendera. Namun, untuk itu mereka masih bisa menerima dengan lapang d4da. Tapi, tidak dengan amanat pembina upacara.
Sebagian dari banyaknya murid, tak jarang ada yang berpura-pura pingsan, namun pendiriannya runtuh, ketika gelak tawa mengiringi acting pingsannya. Sehingga, mengakibatkannya semakin terjerat hukum berdiri di depan banyaknya murid disana.
"Lihatlah akibat kecerobohan mereka! Bukannya untung, malah buntvng! Dari sekian banyaknya guru di sekolah ini, apakah tidak cukup untuk mendidik kalian menjadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama?!" tegas Pak Wirawan, selaku kepala sekolah, dan pembina upacara senin ini.
"Jika, kalian mementingkan ego kalian sendiri, maka kalian tidak akan mendapatkan kebahagiaan yang dikombinasikan dengan kebahagiaan orang lain." Pak Wirawan menatap tajam satu persatu siswa yang dipajang di depan, sana.
"Ketika kalian kesusahan, siapa yang bisa membantu kalian, jika kalian lebih mementingkan ego kalian?! Kita ini makhluk sosial, yang dimana, semua manusia membutuhkan bantuan satu sama lain." Jeda sebentar, seraya mengusap peluh dikeringatnya.
"Kalian kepanasan?!" Kelima siswa itu menganggukkan kepalanya pelan. "Lihat mereka semua!" sentaknya, seraya menunjuk banyaknya siswa-siswi yang menyaksikan obrolan sepihak. Tentu saja, sepihak! Orang disitu cuman Pak Wirawan doang yang berbicara.
"Apakah k…
Terjebak Psikopat
Dua Pemuda Yang Sedang Dilema
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments