"Artha, ini restoran 'kan?" Mozayya bertanya, dengan pandangannya yang mengedar keseluruh penjuru ruangan tersebut.
Artha menarik kepala Mozayya, sehingga tatapan mereka bertabrakan detik itu juga.
Mozayya menelan salivanya perlahan, seraya mengerutkan keningnya.
"Jangan norak! Malu-maluin!" gumamnya, tepat di samping telinga Mozayya.
Mozayya memundurkan tubuhnya, lalu menundukkan kepalanya, seraya memainkan jari tangannya.
Artha menghembuskan napasnya perlahan, lalu menggenggam sebelah tangan Mozayya.
Ada yang beda! Genggaman kali ini, sangatlah beda dari genggaman-genggaman sebelumnya. Mozayya dapat merasakan genggamannya sangatlah lembut, dan tidak dibumbui dengan paksaan.
Lengkungan tipis bersemi di bb1r Mozayya. Selangkah demi selangkah, akhirnya langkah Mozayya berhenti, ketika sipenentu arah sudah menghentikan langkahnya.
"Duduklah," ujarnya, seraya menarik kursi yang hanya disediakan untuk dua orang.
Seperti ada yang menggelitik dihatinya, ketika Artha berprilaku seperti itu, terhadanya.
Namun, tanpa banyak berpikir, Mozayya segera duduk dibangku tersebut. Lalu, disusul oleh Artha diseberangnya.
"Artha, emang ditempat kaya gini ada bakso?" bisiknya sepelan mungkin. Seraya menghalangi mulutnya dengan sebelah tangannya.
"Kamu pikir ditempat kaya gini tidak menyediakan bakso? Jelas-jelas disini lengkap, full menu! Bahkan, makanan yang belum ada didaftar otakmu, juga ada!" bisiknya, namun terdengar penuh penekanan disetiap penuturannya.
Mozayya mengernyitkan dahinya. "Tapi maksud aku, bakso yang ada digerobak. Apa ada juga?"
"Pertanyaan macam apa itu?! Sangat bodoh sekali! Apa kamu tidak lihat? Ini bukan dipinggir jalan! Ya, jelas tidak ada lah! Jelas-jelas rasanya lebih enak disini!"
"Jadi, kamu pikir bakso yang aku makan dipinggir jalan itu, tidak enak?"
"Memangnya saya mengatakan kalo bakso dipinggir jalan tidak enak?!" tegasnya, menatap lekat manik Mozayya
Kedua alis Mozayya nyaris menyatu. 'Ck! Memang tidak ada habis-habisnya jika terus diawali start dengan…
Terjebak Psikopat
Makan Malam Di Restoran
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments