Drt! Drt!
Mozayya segera mengecek ponselnya yang terus-menerus bergetar.
Arka(emot batu)
[Za! Gue kangen sama lo sumpah!] 08.30
[Lo gak kangen sama gue? Parah, sih!] 08.32
[Za! Bales, dong!] 08.35
[Lo kemana sih anjir!] 08.40
[Apaan, sih?!] Akhirnya Mozayya membalas pesan yang tidak berguna, itu. Menurutnya.
[Videocall!] Itulah balasan dari lawan chat Mozayya.
"Apaan—,"
Drt! Drt! Drt!
Panggilan masuk dari kontak yang bernama Arka.
"Ck!" umpatnya, yang dengan terpaksa menggeser ikon hijau.
[Apaan?!] sentaknya, ketika kedua insan itu sudah bertatap muka secara online.
Bukannya menjawab, melainkan lawan bicara malah senyam-senyum gak jelas.
[Mau ngapain Arka?!]
[Ck! Gue matiin juga, nih!]
[Eh, jangan dong! Za, sumpah gue kangen banget sama lo. Kenapa sih ini cuaca buruk gak berhenti-berhenti?! Demen banget buat gue menahan rindu kaya, gini!]
[Huek! Mual gue dengernya.]
[Za! Emang lo gak kangen sama gue?]
[Eumm ... kangen, sih.]
Terpancar senyum yang merekah dib1bir pria, itu. Sebelum, perkataan selanjutnya terlontar dari mulut Mozayya.
[Kangen jitak pala lo!]
Detik itu juga, senyuman Arka menjadi pulsa.
[Sejauh ini, ini yang paling menyakitkan.]
[Perasaan baru gak ketemu seminggu aja, lo berubahnya udah berkali-kali lipat. Lebay parah.]
[Gapapa! Gue lebaynya juga sama lo doang, kok.]
[Ck! Pembohong besar.]
[Lo gak percaya?]
Mozayya menggelengkan kepalanya.
[Yaudah gapapa.]
[Udah dulu Ka, gue ada kerjaan.]
[Kerjaan, apa?]
[Turu!]
[Si anj—,]
Tut!
Mozayya mematikan sambungannya sepihak.
Drt!
Mozayya kembali mengecek ponselnya, dan akan memaki Arka jika itu pesan darinya.
Namun, ternyata ...
Photo!
Mozayya mengerutkan keningnya, menatap kontak yang bernama Ledisya.
"Photo?" gumamnya.
Karena penasaran, Mozayya menekan pesan yang tertera dengan photo itu.
Mozayya membulatkan kedua matanya. Setelahnya menggelengkan kepalanya cepat.
Tertera photo Artha yang sedang tertidur disofa ruangan pribadinya. Dengan pesan, [Lihatlah Moza. Kasihan sekali bukan? Sebenarnya aku juga tida…
Terjebak Psikopat
Malam itu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments