"APA?!"
Ketiga orang disana terlonjak kaget termasuk dokter Nioqa yang berada tak jauh dari kedua orang tersebut.
"Artha, tenanglah. Biarkan mereka melanjutkan penjelasannya." Dokter Nioqa menatap Artha lekat, sebagimana memberikannya amanat.
Artha memalingkan wajahnya sekilas, lalu kembali menatap lekat dua orang pengacara itu.
"Silahkan dilanjut, Pak!" Dokter Nioqa menebarkan senyuman tipisnya.
"Baiklah, saya teruskan, ya." ucap salah satu pengacara itu seraya melirik Artha singkat, lalu kembali pokus dengan berkas yang sedang ia genggam.
"Lima puluh persen untuk sodara Artha Genandra, dan lima puluh persen lagi untuk sodari Mozayya Addena. Jadi, sekarang pemilik saham perusahaan Angkasa group adalah anda, dan sodari Mozayya Addena. Ini sudah resmi secara hukum." tutur pengacara tersebut.
Kedua tangan itu terkepal erat, mendengar penuturan yang menurutnya sangat tidak masuk di akal.
"Bagaimana bisa dia mendapatkan saham perusahaan itu?!" Suara horor itu ia layangkan kepada dokter Nioqa.
Dokter Nioqa yang juga tidak mengerti apapun, hanya mampu menggelengkan kepalanya.
Artha mengeraskan rahangnya, sehingga begitu menampakkan urat-uratnya. Serta, guratan diwajahnya yang begitu sinis.
"Saham yang dimiliki oleh sodari Mozayya sedang dibekukan. Jadi, saham itu bisa dipergunakan, jika sodari Mozayya sudah mampu menggeluti dunia bisnis." timpal pengacara yang satunya lagi.
Artha menatap datar kedua pengacara itu. 'Sekarang, aku bisa menebak, siapa tersangka atas kasus tabrak lari yang dialami Papa!' Sudut b1bir kiri Artha tertarik sempurna.
Drt! Drt! Drt!
Getaran yang berasal dari balik jas pria itu mampu memecahkan hawa dingin saat ini. Sepertinya ada panggilan masuk untuknya.
"Saya permisi!" Artha keluar meninggalkan ketiga orang tersebut.
***
[APA?!] Kedua mata itu kian memerah, serta rahangnya yang semakin mengeras.
[Maafkan saya, Artha. Bu Laras sendiri yang meminta pulang, dan dokter 'pun mengatakan kondisinya sudah semakin membaik. Jadi, saya rasa Bu Laras suda…
Terjebak Psikopat
Sakit Hati
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments
Rahayu Nuniek
duuhh kasian, jangan kejam2 thor perlakuan artha ke mozaya,
2024-02-29
0