"Moza, bangun, Nak." Seorang wanita yang tak lain adalah Bu Ningsih, wanita itu kini tengah terisak kecil di samping gadis yang dimana itu adalah Mozayya.
Gadis itu masih belum sadarkan diri dari beberapa jam yang lalu. Tentu saja hal itu membuat Bu Ningsih selaku Ibu 'nya tidak bisa tinggal diam.
"Eugh!" Lenguhan kecil keluar dari mulut gadis itu, serta kelopak matanya terbuka sedikit demi sedikit.
Kedua tangannya dengan perlahan memegangi kepalanya. "Awsh, kepala aku." ringisnya pelan.
"Moza! Akhirnya kamu sadar, Nak." Wanita itu mengusap lembut puncak kepala Mozayya, lalu mengecvpnya takjim.
"Ib--bu," lirih gadis itu, menatap Bu Ningsih lesu.
"Kenapa, Nak? Apa yang terjadi denganmu? Kenapa kamu pulang sendirian? Kemana Artha?" Pertanyaan berturut-turut itu terlontar dari b1bir wanita itu.
Mozayya menelan salivanya perlahan. Sudah dipastikan inilah yang akan ia hadapi.
Gadis itu melipat kedua b1birnya, menatap Bu Ningsih seraya menggelengkan kepalanya pelan.
Bu Ningsih mengerutkan keningnya heran. "Ada apa? Apa kamu pergi tanpa sepengetahuan Artha? Bagaimana jika dia marah, Nak?" Bu Ningsih menatap putrinya dengan tatapan khawatir.
Mozayya memejamkan matanya sejenak, lalu kembali menatap Bu Ningsih lekat. Gadis itu berusaha bangkit dari posisinya, dengan dibantu oleh Bu Ningsih, tentunya.
"Kenapa, hm?" Bu Ningsih mengusap lembut wajah Mozayya yang terlihat sangat berantakan.
Mata sembab, dan hidungnya yang merah, serta b1birnya yang pucat pasi. Semua itu dapat disadari oleh Bu Ningsih.
Beberapa pertanyaan berkeliaran dibenak wanita berusia empat puluh tahun itu.
Mozayya masih berdiam diri, gadis itu meraih sebelah tangan Bu Ningsih, lalu mengecvpnya beberapa kali. Terakhir ia meletakkan tangan itu dipipi kanananya.
Rupanya gadis itu tengah mencari titik kenyamanan, yang sudah lama tidak ia dapatkan. Kedua matanya memejam sempurna, sehingga buliran bening berhasil lolos dari mata terpejam itu.
Bu Ningsih yang melihat itu sontak mengusap air mata Mozayya dengan…
Terjebak Psikopat
Amarah Pak Angga
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments