"Ahaha, iya dong!" Tawaan yang terdengar sangat hambar, namun sebisa mungkin wanita itu menciptakan senyuman lebarnya.
Entah kebetulan, atau memang sudah direncanakan Tuhan, keduanya melemparkan tatapan bersamaan. Hanya bertahan tiga detik, setelah itu keduanya menatap hidangan yang berada dihadapannya masing-masing.
"Kenapa kalian terlihat canggung? Bukankah seharusnya ini hal biasanya?" Mr Loby menatap keduanya bersamaan.
Berhenti di manik Arka, pria paruh baya itu menatap putranya lekat. "Arka, ada apa denganmu? Dia Artha, temanmu dari dulu, kenapa kalian kelihatan seperti dua orang asing yang tidak sengaja bertemu?"
Cemilan yang hampir masuk ke dalam mulut pria itu, ia urungkan, dan memilih menatap sang Daddy.
"Memangnya ada apa dengan kita? Kita baik-baik saja." Terdiam sejenak. "Iya 'kan? Artha?"
Artha menelan puding yang baru saja sampai ditenggorokannya. "Iya. Aku dan Arka baik-baik aja. Aku hanya lagi males berbicara." ucap Artha seraya tersenyum tipis.
"Baguslah." Mr Loby melirik Bu Tanesha, yang sedari tadi hanya diam jika tak diajak bicara duluan.
Namun, tidak mungkin jika Bu Tanesha akan terus-menerus seperti itu.
"Oh iya, Artha. Mozayya pacar kamu? Atau apa? Kok, kalian deket banget kayanya." Terdengar sangat hati-hati dalam pengucapan yang wanita itu lontarkan.
Artha yang mendengar pertanyaan tersebut, terdiam beberapa saat. Setelahnya pria itu menghembuskan napasnya perlahan.
"Mungkin sebentar lagi." Artha melayangkan senyuman hangatnya, namun hanya bertahan dua detik.
Tentu saja, jawaban itu sukses membuat Arka tersulut emosi. Sebisa mungkin pria itu menyembunyikan amarah yang kian meledak.
Memilih tak menghiraukan pembicaraan yang membuat hatinya panas membara, Arka kembali pokus dengan kentang gorengnya.
Hingga tanpa disadari Mozayya sudah berada ditengah-tengah keduanya.
"Eh, Moza! Kenapa?" Arka mendongakkan kepalanya, menatap Mozayya penasaran.
Mozayya terdiam beberapa saat, Setelahnya gadis itu menggelengkan kepalanya pelan. "Gapapa." Ditarikny…
Terjebak Psikopat
Keluarga Arka
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments