"Artha," Mozayya segera menyembunyikan ponselnya dibalik tubuhnya.
Artha berjalan perlahan dengan bersidekap d4da, lalu berhenti tepat dihadapan Mozayya.
"Bicara dengan siapa?" tanyanya, dengan watasi 'nya.
Mozayya menelan salivanya perlahan, seraya menggenggam erat ponsel yang ia sembunyikan.
"Gak ada!"
"Bohong! Mana ponselnya?!"
"Gak ada kok, orang aku—"
Artha memegang sebelah sisi tubuh Mozayya, lalu menariknya ke dalam dek4pannya, sehingga pria itu dapat melihat benda yang mencoba Mozayya sembunyikan.
Artha menatap datar ponsel itu, bahkan sangat datar. Karena, bukan si ponsel yang menjadi pusat perhatian kedua matanya, melainkan manusia yang berada di dalam ponsel tersebut.
"Artha, hai bro. Ket—"
Tut!
Mozayya membulatkan kedua matanya ketika Artha mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.
"Artha! Aldi lagi ngomong, kok main mati-matiin aja?"
"Kenapa? Kamu tidak suka?!"
"Ya, bukan gitu. Hanya saja itu tidak sopan!"
"Kamu mencoba mengajari saya?! Berapa usiamu, hah?!"
"Delapan belas tahun, tapi bentar lagi sembilan belas, terus nanti tahun depan udah dua puluh!"
"Saya tidak menanyakan berapa usiamu di tahun depan!"
"Tapi aku sudah duga kamu akan menganggapku masih kekanak-kanakan karena usiaku masih delapan belas!"
"Mau usiamu tiga puluh juga, saya akan tetep menganggapmu bocah mini!"
Mozayya mengerutkan keningnya sempurna, dengan mulutnya yang mengerucvt gemas.
Artha menelan salivanya perlahan, setelahnya menatap Mozayya lekat. "Moza! Saya peringatkan lagi sama kamu! Jangan coba-coba dekat dengan pria ini! Kamu mengerti?!" tegasnya, seraya mementang benda yang berada digenggamannya itu.
Mozayya terdiam sejenak, seraya menatap manik lekat pria itu. 'Ck, jantung gue kumat lagi!'
"Kamu dengar, tidak?!"
"I--iya, aku denger, kok. Tapi, kenapa memangnya? Kamu—"
"Saya tidak suka jika kamu dekat-dekat dengan pria lain!"
Mozayya mencoba menahan senyuman dib1birnya, seraya menelan salivanya pelan.
"Terkecuali Arka!"
Seketika ekspresi wajah Mozayya mendatar…
Terjebak Psikopat
Terbongkar
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments