"Artha!" Mozayya berdiri tepat di samping tempat tidur tersebut.
Pria itu tak bergeming, ia masih setia menutup kedua matanya.
Dengan sangat hati-hati, sebelah tangan Mozayya terulur menggoyangkan sisi tubuh pria itu.
"Artha, bangun. Ayok, pulang!" Mozayya terus menggoyang-goyangkan tubuh pria itu.
Masih, sama! Artha tak bergeming sama sekali.
"Ck, gimana dong? Gue juga bingung harus ngapain?" monolognya seraya menggaruk tengkuknya.
Akhirnya Mozayya memutuskan untuk menunggu Artha sampai bangun sendiri. Karena mungkin pria itu sudah sangat kecapean. Tapi, apa alasan yang menyebabkan Artha kecapean, masih menjadi pertanyaan dibenaknya.
Mozayya memutar tubuhnya, lalu segera berjalan menuju sofa. Namun, sebelum itu ...
"Eh!" Mozayya membulatkan kedua matanya, ketika tangan kekar berhasil menarik tubuhnya hingga terjatuh ke kasur tersebut. Mungkin lebih tepatnya menimpa tubuh pria yang sedang terbaring lemas itu.
Masih dalam posisi telentang, Mozayya menelan salivanya berulang-ulang kali.
"Artha, lepasin!" Artha melingkarkan tangannya diperut gadis itu.
Hembusan hangat mulai Mozayya rasakan di sekitaran area l3hernya. Gadis itu mengangkatkan bahunya, seraya menggerakkan kepalanya, agar Artha berhenti melakukan aktivitasnya, itu.
"Moza, I really love you." Bisikan pelan nan serak, dapat Mozayya dengar dengan jelas ditelinganya.
Mozayya menelan salivanya susah payah, lalu menggelengkan kepalanya cepat. 'Artha lagi mabvk!' Mozayya mencoba memperingati dirinya sendiri.
"Artha lepasin aku, aku—"
"Moza, aku mencintaimu!" Kali ini Artha mulai mencivmi sekujur leh3r belakang Mozayya.
"Artha, lepasin! Kamu sedang mabvk! Sadarlah!"
"Aku tidak mabvk Moza, aku masih terjaga, Aku tidak mabvk." Artha semakin mengeratkan pelvkannya. Serta menenggelamkan wajahnya dipunggung Mozayya.
Mozayya menarik napasnya rakus, lalu menghembuskannya secara perlahan. "Artha, lepasin aku!"
Artha menggelengkan kepalanya pelan. "Aku tidak akan membiarkanmu pergi jauh-jauh dariku. Aku tidak mau kehilanga…
Terjebak Psikopat
Lagi dan Lagi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments