Seperti biasa, tak ada yang membuat kebisingan terkecuali mesin motor tersebut. Mozayya hanya diam, 'pun Arka yang memilih berdamai dengan kebisingan saat ini.
Saking asiknya saling mendiami satu sama lain, sampai-sampai tak terasa motor yang mereka tumpangi sudah berada di depan rumah tujuan.
Ciit!
Arka menghentikan motornya perlahan.
"Makasih ya, Ka!" Mozayya membuka helm yang melekat dikepalanya, lalu segera memberikan helm itu kepada pemiliknya.
"Iya, sama-sama. Sebetulnya lo gak usah berterima kasih." Lengkungan lebar bersemi dib1bir pria itu.
"Harus dong!" ucapnya antusias, menatap Arka dengan kerutan sempurna dikeningnya, setelah itu Mozayya terkekeh kecil.
Lengkungan lebar kembali bersemi dib1bir pria itu. Detik selanjutnya Arka mengekspresikan wajah datarnya lagi, serta menatap Mozayya dengan tampang seriusnya.
"Kali ini lo harus bener-bener bilang sama Artha soal keham1lan lo, itu." ucapnya antusias.
Mozayya terdiam sejenak, setelahnya menganggukkan kepalanya mantap. "Iya. Malam ini gue bakalan bilang tentang bayi yang ada dalam kandungan gue." balasnya, seraya menepuk pelan perut yang masih terbentuk rata.
Pria itu mengembangkan senyuman tipisnya, seraya mengusap pelan pundak Mozayya. "Lo perempuan hebat, yang pernah gue temui! Gue tau apapun konflik yang ada di depan mata lo, lo bisa lalui itu semua!" ucapnya, beralih menepuk-nepuk pelan pundak Mozayya.
Mozayya melipat kedua b1birnya, setelah itu Mozayya menatap Arka lekat. "Kenapa bisa seyakin itu?"
"Ya, pokoknya lo kuat. Awas aja kalo gue sampe liat lo nangis!" Arka melayangkan tatapan tajamnya.
Mozayya mengibas-ibaskan tangannya tepat di depan wajah pria itu. "Gak usah gitu juga kali natapnya." ucapnya, menatap Arka sinis.
Arka hanya terkekeh kecil, melihat ekspresi wajah Mozayya yang menurutnya sangat menggemaskan.
"Yaudah kalo gitu gue pulang ya!" Arka mengambil helm yang sempat ia tandaskan, kemudian memakainya kembali.
"Hati-hati, Ka!" Lengkungan lebar bersemi dib1bir Mozayya.
"Iya," Arka melam…
Terjebak Psikopat
Bertemu Kembali
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments