Tepatnya disebuah tempat pemakaman khusus, kini terdapat para pemegang saham, serta karyawan-karyawan yang lainnya, tengah berdiri termangu, menyaksikan kepergian Tuan besar mereka.
Tak hanya itu, disana juga terdapat beberapa pengusaha-pengusaha besar. Mulai dari luar negri maupun dalam negri. Semuanya nampak hadir menyaksikan kepergian Almarhum.
Semua orang bungkam, tak ada yang sukses mengeluarkan rasa sesak did4danya. Mereka semua mencoba menahan gejolak yang amat bergetar dalam dirinya, terlebih lagi ketika menyaksikan kepiluan putra sang pemilik perusahaan.
Saat ini, seorang Artha, tengah terduduk, menatap sendu tanah merah yang menjadi tempat tidur sang Papa untuk selama-lamanya.
Cukup lama beliau berbaring di atas brankar rumah sakit, dengan sesosok anak yang selalu menantikan kehadirannya, kini Artha harus benar-benar merelakan kepergian pria yang paling berharga dalam hidupnya.
"Pa, aku sangat menghormatimu, lebih dari orang yang seharusnya menjadi figuran penting dalam hidupku." lirihnya, dengan air matanya yang tiba-tiba jatuh begitu saja.
Pria itu menelan salivanya kasar, seraya memejamkan matanya perlahan.
Bayangan-bayangan tujuh tahun yang lalu kembali berputar dalam benaknya. Satu hal yang membuatnya sempat tidak bisa berbuat apa-apa, hal yang membuatnya serasa ditipu oleh dunia, dan hal yang membuatnya terpaksa menerima takdir yang sudah tertulis untuknya.
"Artha!" Pria yang tak lain adalah Pak Mantha, memanggil sang putra yang tak lain adalah Artha.
Saat itu Artha tengah menginjak usia lima belas tahun.
"Sini, Nak! Papa sama Mama mau ngomong sesuatu." Pak Mantha menarik pelan tubuh Artha. Artha yang tengah pokus dengan siaran kartun di televisi, kunjung meringsut, mendekatkan tubuhnya di samping sang Papa.
"Nak, Papa rasa kamu sudah cukup besar untuk mengetahui kebenarannya." ucap Pak Mantha, yang sukses membuat kening Artha mengerut.
"Maksud, Papa?"
Kedua orang tua itu menghela napas berat.
FlashbackOn!
"Saya sungguh minta maaf. Dengan bera…
Terjebak Psikopat
Masalalu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments
Rahayu Nuniek
Artha bener2 jahat ya, ga mau kenal org tua kandungnya, semoga mozayya baik2 aja yaa thor
2024-03-02
0