"Lo, bisa gak, sih? Bawa motornya pelan-pelan, aja!" Mozayya sedikit menaikan volumenya tepat ditelinga pria, itu.
Tanpa berkata apa-apa, pria itu hanya menggelengkan kepalanya.
Mozayya; "Masalanya, Lo bawa anak orang! Kalo, Lo sendiri mah, bodo amat!" Mozayya terus mengoceh tanpa hentinya.
Enggan juga untuk memegang bagian tubuh pria, itu. Mozayya nekat bersidekap d4da, walaupun motor itu melesatnya gak nanggung-nanggung. Namun, apalah daya kehalang, gengsi.
Brum!
Motor itu melesat dua kali lipat dari sebelumnya.
Mozayya; "WOY! KALO MAU BVNUH DIRI GAK USAH NGAJAK-NGAJAK!"
Mozayya memegang pundak pria itu dengan erat. Bagaimanapun juga, kali ini nyawanya lebih penting, dari apapun, itu.
Tanpa didengar oleh Mozayya, pria itu terkekeh renyah melihat kepanikan Mozayya. Walaupun tidak langsung melihat ekspresinya, tapi bisa dijelaskan dari pegangan tangannya yang begitu erat dipundaknya.
Brum!
Lagi-lagi pria itu tak nanggung-nanggung menambah kecepatan motornya lagi.
Mozayya; "Eh--eh, AWASSS!"
Sreug!
Motor itu berhenti secara tiba-tiba. Untung saja pria itu lebih cepat membelokan motornya. Kalo telat satu langkah saja, bisa-bisa duel dengan kendaraan yang lain
Tanpa disadari, Mozayya memeluk pria itu dengan sangat erat. Bahkan mungkin bisa dipastikan Mozayya dapat mendengar detak jantung pria, itu.
Pria itu menolehkan kepalanya, memegang tangan Mozayya yang masih setia melingkar dipinggangnya.
"L--lo, gapapa?" tanyanya, dengan raut wajah panik.
Mozayya membulatkan matanya, sadar akan posisinya sekarang. Dengan cepat, Mozayya menarik kedua tangannya, lalu sedikit memundurkan posisi duduknya.
Setelahnya Mozayya menatap pria dihadapannya, dengan sangat tajam.
Mozayya; "GUE, KAN UDAH BILANG, PELAN-PELAN! LO, EMANG KAYANYA GAK BAKAL KAPOK, SEBELUM DIKASIH PEMBUKTIAN LANGSUNG DARI TUHAN!"
"Hhee ... y--ya, maaf. Namanya juga musibah, gak ada yang tahu." Pria itu menggaruk tengkuknya, sambil cengengesan.
Mozayya; "Tadi, kan gue udah peringatin! Makannya kalo dikasih…
Terjebak Psikopat
Hukuman
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments