Mozayya mengangguk-anggukkan kepalanya pelan. "Syukur deh kalo gitu. Eh, kondisi keluarga gue gimana?" Mozayya menatap Kyssel antusias.
"Baik, dan jutek." jawabnya dengan ekspresi wajahnya yang tiba-tiba tak berwarna.
"Jutek?" Mozayya mengangkat sebelah alisnya.
"Iya. Orang tua lo tiba-tiba jadi pendiam . Pokonya jarang banget kumpul sama para warga. Biasanya 'kan Ibu lo paling aktif tuh nongkrong sama ibu-ibu gosip, eh sekarang tuh jadi gak gaul, tau!" tutur gadis itu.
Mozayya hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun lagi.
"Nah, sekarang gue mau tanya sama lo. Lo tinggal sama siapa disini? Lo tau gak, gue bener-bener syok sama apa yang si bocil bilang." Tampang ekspresi seriusnya sangat kentara sekali di wajah gadis itu.
"Emang apa kata adek lo?"
"Dia bilang lo dibawa sama Om- om tajir, anjir!" ucapnya seraya bersidekap. "
Emang bener?!" Kini raut wajahnya berubah seratus persen tingkat keseriusannya.
Mozayya mengerutkan keningnya. Lalu detik selanjutnya ia terkekeh kecil. "Nggak lah! Gyssel lo percayai." ucapnya, seraya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.
"Ya, tapi baru kali ini adek gue se serius itu, woy. Makanya gue percaya aja. Gue mau nanya ke orang tua lo juga, gak berani."
Mozayya terkekeh kecil. "Nggak kok, gue gak dibawa Om-om."
"Terus lo dibawa sama siapa? Atau jangan-jangan Kakek-kakek!" sentaknya, menatap Mozayya antusias.
"Astaghfirullah, mana ada!" Mozayya memutar bola matanya kesal.
"Yaudah sih, diliat dari tampang lo juga, kayanya lo gak mempermasalahkannya. Tapi yang jadi pertanyaannya, lo ngapain aja sama orang itu?" Kyssel menatap lekat manik Mozayya.
"Kita jangan disini deh, masa cerita sambil berdiri." Mozayya menarik sebelah tangan Kyssel.
***
Kini keduanya duduk berhadap-hadapan disebuah taman yang kebetulan tidak ada menampakan sesosok manusia selain mereka berdua.
"Jadi, gimana? Pokonya lo harus ceritain sampe ke dasar-dasarnya. Gak boleh ada yang kelewat." Kyssel menatap Mozayya lekat.
Mozayya terdiam sejenak, setelahnya ia men…
Terjebak Psikopat
Berjanji
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments