"Za, bisa gak sih gak usah deket-deket sama, makhluk gaib, itu?!" Arka menatap Mozayya lekat, dengan duduk anteng dikursi miliknya, yang sengaja ia tarik dari tempat yang semestinya buat kursi tersebut.
Pria itu sangat kesal, karena waktu untuk berduaan dengan Mozayya semakin jarang akibat adanya Rezaldi, dan Vega.
Mozayya membalas tatapan itu, namun dengan tatapan tanpa ekspresi. "Makhluk gaib apaan?!" Tentu saja gadis itu masih kebingungan. Sedari tadi pria itu terus membahas soal makhluk gaib yang tidak ia mengerti apa maksudnya.
"Ck, itu si Resaldi!" Wajahnya berubah 100% tingkat kekesalannya.
"Rezaldi kali, bukan Resaldi! Yang bener anjir kalo sebut nama orang."
"Bodo amat, gue gak peduli! Buat apa sih punya nama bener-bener, kalo orangnya aja gak bener!" umpatnya, seraya menghembuskan napasnya kasar.
Mozayya mengerutkan keningnya heran. "Lo ada masalah apa, sih? Sampe segitunya banget perasaan."
"Lo masih belum paham?"
Mozayya menggelengkan kepalanya antusias.
"Nanti lo juga tau kok, dan lo akan tau siapa yang harus lo pilih."
Gadis itu semakin dibuat bingung olehnya. Namun, di detik selanjutnya ia menutupi mulutnya menggunakan sebelah tangannya.
"What?! Jangan bilang kalian berdua demen sama gue?!" Mozayya tertawa renyah, seraya memegangi perutnya. "Lawak dulu gak sih, kalo kekonyolan itu beneran terjadi."
Bukan geer, tapi mencoba membuat gehger, atau lain katanya Mozayya hanya sekedar bercanda. Karena itu tidak mungkin terjadi. Ya, itu 'lah yang Mozayya pikirkan.
"Lo 'kan udah tau perasaan gue."
"Uhuk, uhuk!" Mozayya berbatuk kecil, seraya memalingkan wajahnya kesembarang arah.
"Mau sampai kapan lo ngegantung gue?"
"Sampai monas jadi milik gue! Haha, udah-udah, cape gue katawa mulu!" Mozayya tertawa garing, sesekali mengusap air matanya yang tidak jatuh dari pelupuk matanya. Lah?
'Oke, gapapa. Gue akan selalu nungguin jawaban dari lo. Walaupun lo gak anggap penting perasaan gue.'
***
"Moza! Lo dimana anjir?!" teriak pria yang tak lain adalah Arka. P…
Terjebak Psikopat
Dikit-dikit Laper
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments