Lelaki Manipulatif

Lelaki Manipulatif

Mendadak Duda

Di sebuah ruang kelas yang jendelanya diterangi cahaya matahari, para siswa tampak sedikit mengernyitkan kening sembari memperhatikan Pak Guno yang sedang menjelaskan materi Biologi.

"Jadi, Anak-anak setiap pagi tumbuhan akan mengeluarkan oksigen yang mereka olah saat malam hari. Begitu seterusnya..."

Ketika Pak Guno sedang asyik menjelaskan, tiba-tiba ponselnya berbunyi.

Drtt... drtt!

Sempat ia matikan sejenak, namun ponsel itu kembali berdering. Akhirnya, Guno memutuskan untuk mengangkatnya setelah meminta izin kepada murid-muridnya.

"Sebentar, ya."

"Ya, Pak!" jawab para siswa serempak.

Guno membelakangi kelas, lalu menjawab panggilan tersebut. "Halo, dengan siapa saya berbicara?" Orang di seberang telepon bukanlah keluarga, teman, atau pasangan, melainkan orang asing dengan nomor baru. Orang itu menjelaskan sebuah kejadian secara mendetail yang mengharuskan Guno segera meninggalkan sekolah.

Guno sempat mematung, lalu memasukkan ponsel ke saku celananya. Ia membalikkan badan menghadap siswa-siswi yang sedari tadi menunggu. Mata Guno berkaca-kaca, menahan tangis yang seolah siap meledak kapan saja. Murid-muridnya kebingungan, hingga salah satu dari mereka bertanya, "Ada apa, Pak?"

Guno menelan ludah, lalu menyerahkan buku paket kepada ketua kelas. "Buka halaman tujuh puluh. Di sana ada materi dan kuis. Kalian kerjakan, kalau sudah selesai kumpulkan di meja saya!" Ketua kelas hanya mengangguk patuh.

Setelah itu, Guno menyambar tasnya dan bergegas keluar. Ia berjalan setengah berlari melewati lorong kelas dan menemui staf sekolah. "Saya izin ke rumah sakit, tolong beri tahu guru piket," ucapnya singkat. Belum sempat staf itu bertanya lebih jauh, Guno sudah berlari menuju tempat parkir, memacu mobilnya secepat mungkin.

Detak jantung Guno tak keruan. Tangannya bergetar hebat hingga sesekali ia menggigit bibir sendiri. Rasa khawatir yang menyelimuti pikirannya membuat fokusnya terganggu. Tiba-tiba...

Meong!!!

Jeritan keras terdengar saat sebuah objek terlindas ban mobilnya. Guno menginjak rem dan turun untuk memeriksa. Ternyata, seekor kucing sudah tak bergerak. Guno memeriksa leher hewan itu.

"Mati!" bisiknya kalut.

Guno menggaruk kepalanya. Keringat bercucuran. Ia ingin mengubur kucing itu, namun ia sedang diburu waktu. Di sisi lain, rasa bersalah menghantuinya.

"Hei!!!"

Seseorang meneriakinya dari kejauhan. Merasa terintimidasi dan takut dimarahi, Guno memutuskan untuk kabur. Ia segera masuk ke mobil dan tancap gas. Dari kaca spion, ia melihat orang yang berteriak tadi tampaknya sang pemilik kucing, menangis meraung meratapi peliharaannya. Guno kesal pada dirinya sendiri, ia memukul setir sembari menyisir rambut dengan jemarinya yang gemetar.

Waktu berlalu. Setelah melewati drama kucing terlindas hingga kemacetan jalanan, Guno akhirnya sampai di rumah sakit. Ia berlari menyusuri lorong hingga di ujung ruangan, ia melihat ibu mertuanya sedang menangis terisak.

"Ibu?"

Perempuan itu mendongak. Begitu melihat menantunya datang, ia langsung menghambur memeluk Guno.

"Guno!"

"Kenapa, Bu? Hana kenapa?"

"Ibu tidak tahu... tadi Ibu di ruang tengah lantai atas, tiba-tiba api naik sampai ke atap lalu mereda kembali ke bawah. Setelah Ibu cek, ternyata tubuh Hana sudah habis terbakar. Dia merangkak meminta tolong!"

Mendengar cerita mertuanya, ingatan Guno melayang pada kejadian semalam sebelum mereka tidur.

"Sayang, kok gasnya bau, ya?" ucap Hana saat itu.

"Mungkin mau habis. Biasanya kan begitu, minggu lalu juga begitu," jawab Guno ketus.

Hana merangkul Guno yang sedang membaca buku di tempat tidur. "Kamu kenapa, sih?"

"Aku? Aku tidak apa-apa."

"Biasanya kalau laki-laki ketus begitu sama istrinya, berarti di belakang ada main sama perempuan lain."

"Maksudmu?"

"Masa tidak mengerti? Kamu punya perempuan lain, kan?"

Guno menutup bukunya, lalu merangkul pinggang istrinya dan merebahkannya di kasur. "Ini perempuan lain selain kamu! Ini!" ucapnya sembari menggeliti tubuh Hana hingga istrinya itu tertawa lepas.

"Hahaha, berhenti, Sayang! Berhenti!"

Setelah tawa mereka mereda Guno berkata "Lagian, aku ini lurus-lurus saja, tapi kamu tuduh punya perempuan lain. Ini akibatnya kalau pikiranmu ke mana-mana."

"Tapi Sayang, kamu harus janji satu hal padaku."

"Janji apa lagi? Rasanya setiap hari aku membuat janji padamu."

"Tidak apa-apa itu artinya hubungan kita sehat."

"Kalau sakit?"

"Ke rumah sakit!"

"Sebenarnya kita bicara apa, sih? Hahaha."

"Kamu janji ya, untuk tidak menikah lagi dengan perempuan lain."

"Aku sudah punya kamu, kenapa harus menikah lagi?"

"Kalau aku mati... kamu janji?"

Guno memandangi wajah istrinya, lalu membelai pipinya lembut. "Bicara itu yang baik-baik. Jangan bicara buruk, nanti jadi doa."

"Tapi janji?"

Guno tidak mengiyakan. Ia justru menenggelamkan wajahnya di ceruk leher sang istri. Lamunan Guno buyar ketika seorang dokter keluar dari ruangan. Guno dan mertuanya segera melepaskan pelukan dan menghadap dokter dengan mata sembab.

"Permisi, boleh saya berbicara dengan wali dari pasien atas nama Hana?" tanya Dokter.

Guno mengangkat tangan. "Saya dok, saya suaminya."

"Dan Ibu ini?" dokter menunjuk mertua Guno.

"Saya ibunya. Kami keluarganya, Dok. Katakan saja, kami siap mendengar" ucap mertua Guno lirih.

"Baiklah. Tuan dan Ibu, saya harus menyampaikan bahwa Ibu Hana telah meninggal dunia. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, namun luka bakarnya sangat parah. Panas api tidak hanya membakar kulit, tapi secara tidak langsung juga merusak organ-organ dalamnya. Sekali lagi, kami mohon maaf."

Dunia rumah tangga yang diimpikan Guno runtuh seketika. Hana pergi meninggalkannya. Ibu mertuanya langsung pingsan dan segera dibantu oleh perawat. Sementara Guno, dengan air mata yang terus mengalir berusaha tegar demi mengurus kepulangan jenazah istrinya.

Episodes
1 Mendadak Duda
2 Tama!
3 Blok M
4 Cukup apa uang segitu?
5 Risih
6 Jangan macam-macam kamu!
7 Rem mendadak
8 kolom komentar
9 Ruang musik
10 Paling ditolak Tama
11 Kamu tidak tertarik melihat ibu seperti ini?
12 Awas saja ya!
13 apakah pak Ilham tahu?
14 Kok sekarang malah jadian?
15 Harusnya First date!
16 I love purple
17 Tama mengirimkan fotonya
18 jangan menoleh kebelakang lagi
19 Ya pak, saya mau!
20 Garing, tidak renyah!
21 staycation
22 Ketiga kalinya
23 saya sakit hati!
24 Adel.
25 Urat hijau
26 Razia
27 child grooming
28 Anak lelakinya
29 siapa kamu?
30 mending sama Dede gemes aja!
31 merasa bersalah
32 ciuman 21+
33 gak ada yang nungguin elu!
34 Irfan
35 ini karena Tama selingkuh
36 musuh SMA
37 Rumah Raksa
38 menguras kesabaran Guno.
39 Flashdisk
40 calon keluarga suami
41 Ruang Teater
42 Soto Hana
43 Guno termangu
44 Hana belum empat puluh hari!
45 Serangan jantung
46 Mertua Biadap
47 Milik ku
48 Dipecat
49 SIAL
50 alkohol
51 Serpihan botol kaca
52 Kayaknya Tuhan Benci Gue
53 Masih menaruh harap
54 Duda Toxic
55 Cerai dulu baru bercinta 21+
56 Lelah sekali bukan?
57 Cemburu
58 Adel?
59 Sudah mulai luruh perasaannya
60 NPD
61 Tunggu
62 Memeluk lutut
63 Saya masih mencintai kamu Hana
64 Raksa?!
65 Mak, Guno dipenjara
66 Kali ini, Guno tak jujur.
67 Ingkar Janji
68 Haji Muis
69 oh, anak pak RW!
70 Reni bunuh diri
71 Gue mimpi?
72 Tanpa surat lamaran.
73 Sekertaris bos besar.
74 Hari ini Guno milikku!
75 Fuji Hyper?.
76 Ternyata Simpanan
77 Masa depan suram
78 Karoke VVIP 21+
79 Trauma itu kembali
80 Dosa besar
81 Kamu!
82 Tama ditampar
83 Dipermalukan
84 Nama Guno tidak disebut
85 Hukuman
86 Aku mau kamu
87 Jika
88 Menghancurkan Joy
89 Dejavu
90 Hah?!
91 Sepagi ini
92 pingsan 21+
93 Ratu Claster
94 Siapa dia?
95 ini semua salahku!
96 Saya Guno
97 Mba Jum!
98 Adik, kakak ipar.
99 Sang mantan 21+
100 Pak Joy ngamuk!!
101 Tamu undangan
102 Pengantin laki-laki 21+
103 Kabar pahit
104 Dukun beranak
105 Gagal 18+
106 Kamu selalu ada untuk ku
107 Hamil anak siapa kamu?
108 Tegas, berotot dan kejam.
109 Eksekusi 21+
110 Mayat Guno 21+ (TAMAT)
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Mendadak Duda
2
Tama!
3
Blok M
4
Cukup apa uang segitu?
5
Risih
6
Jangan macam-macam kamu!
7
Rem mendadak
8
kolom komentar
9
Ruang musik
10
Paling ditolak Tama
11
Kamu tidak tertarik melihat ibu seperti ini?
12
Awas saja ya!
13
apakah pak Ilham tahu?
14
Kok sekarang malah jadian?
15
Harusnya First date!
16
I love purple
17
Tama mengirimkan fotonya
18
jangan menoleh kebelakang lagi
19
Ya pak, saya mau!
20
Garing, tidak renyah!
21
staycation
22
Ketiga kalinya
23
saya sakit hati!
24
Adel.
25
Urat hijau
26
Razia
27
child grooming
28
Anak lelakinya
29
siapa kamu?
30
mending sama Dede gemes aja!
31
merasa bersalah
32
ciuman 21+
33
gak ada yang nungguin elu!
34
Irfan
35
ini karena Tama selingkuh
36
musuh SMA
37
Rumah Raksa
38
menguras kesabaran Guno.
39
Flashdisk
40
calon keluarga suami
41
Ruang Teater
42
Soto Hana
43
Guno termangu
44
Hana belum empat puluh hari!
45
Serangan jantung
46
Mertua Biadap
47
Milik ku
48
Dipecat
49
SIAL
50
alkohol
51
Serpihan botol kaca
52
Kayaknya Tuhan Benci Gue
53
Masih menaruh harap
54
Duda Toxic
55
Cerai dulu baru bercinta 21+
56
Lelah sekali bukan?
57
Cemburu
58
Adel?
59
Sudah mulai luruh perasaannya
60
NPD
61
Tunggu
62
Memeluk lutut
63
Saya masih mencintai kamu Hana
64
Raksa?!
65
Mak, Guno dipenjara
66
Kali ini, Guno tak jujur.
67
Ingkar Janji
68
Haji Muis
69
oh, anak pak RW!
70
Reni bunuh diri
71
Gue mimpi?
72
Tanpa surat lamaran.
73
Sekertaris bos besar.
74
Hari ini Guno milikku!
75
Fuji Hyper?.
76
Ternyata Simpanan
77
Masa depan suram
78
Karoke VVIP 21+
79
Trauma itu kembali
80
Dosa besar
81
Kamu!
82
Tama ditampar
83
Dipermalukan
84
Nama Guno tidak disebut
85
Hukuman
86
Aku mau kamu
87
Jika
88
Menghancurkan Joy
89
Dejavu
90
Hah?!
91
Sepagi ini
92
pingsan 21+
93
Ratu Claster
94
Siapa dia?
95
ini semua salahku!
96
Saya Guno
97
Mba Jum!
98
Adik, kakak ipar.
99
Sang mantan 21+
100
Pak Joy ngamuk!!
101
Tamu undangan
102
Pengantin laki-laki 21+
103
Kabar pahit
104
Dukun beranak
105
Gagal 18+
106
Kamu selalu ada untuk ku
107
Hamil anak siapa kamu?
108
Tegas, berotot dan kejam.
109
Eksekusi 21+
110
Mayat Guno 21+ (TAMAT)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!