Tama menitikan air mata, padahal dia di dunia kerja sering sekali mendapatkan sebuah bentakan entah dari mana itu asalnya tapi bagi dia, Itu biasa saja. Namun, kali ini bentakkan dari Mak raji membuat Tama menangis sesenggukan.
Entah kenapa tangisnya tak bisa berhenti pun tangannya terus mengelap agar tak terlalu deras. "Saya bisa paham kok kenapa kamu bisa begitu, sedang hamil umur 2 bulan kan?" Tanya Bi Ijen.
Deg!!
Seketika jantung Tama berdetak kencang, ia mengiyakan dengan mengganggukan kepalanya.
"Ya sudah kita periksa, tidur di sana!" Ucap bi Ijen tegas menunjuk kasur Palembang menggunakan wajahnya.
"Mau diapakan ya aku?" Tama bertanya.
"Tadi saya bilang apa? Mau diperiksa!" Jawab Ijen dengan mata yang melotot lagi.
Kateha, hanya bisa mengelus bahu Tama. Menenangkan dia lalu menuntun nya untuk berbaring diatas kasur. "Tenang, ada aku disini" ucap Kateha. Tama mengangguk pelan, meski ragu dan takut ia tetap mengikuti arahan bi Ijen.
Dukun beranak itu mengambil sedikit minyak yang dituangkan ke piring kecil, tangannya menyambar sarung yang menggantung dipaku. Dilemparnya sarung itu ke Kateha "Suruh lepas celananya!" Kateha menelan ludah, kaku dan ia agak malu "Dilepas— celananya" Tama meraih sarung itu dari lengan Kateha, ia pakai dan melepas semua celananya dalam keadaan tubuh telentang. Langkah bi Ijen pelan tapi pasti. Duduk disamping Tama tepat sejajar dengan perutnya. "Tekuk kakinya, tangan saya mau masuk" Tama belum berfikir apa-apa, ia mematuhi instruksi bi Ijen. "Buka sedikit, biar saya lebih leluasa" Tama membuka kakinya.
Tangan kanan bi Ijen menekan perut Tama sedangkan tangan kirinya masuk ke dalam rahim.
Zeb!!!!!!
"Apa ini?!!" Tama terkejut.
"Kok malah nanya?!" Bi Ijen.
"Saya nggak tahu kalau prosesnya kayak gini" Tama, tak menyangka kalau tangan besar itu bisa masuk kedalam lubang yang kecil. Tatapan mata bi Ijen melihat ke atap rumah dirinya seperti sedang mengukur sesuatu.
"Ini sudah dua bulan lebih! Kamu yakin akan menggugurkannya?"
Tama menelan…
Lelaki Manipulatif
Gagal 18+
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments