Diruang sekertaris, Tama dan Fuji duduk berdampingan. Cokelat yang tadi dibelinya tengah mereka makan bersama. Hanya suara kunyahan mulut yang menghidupkan suasana. Beberapa jam berlalu, box cokelat itu kosong menyisakan sampah plastik didalamnya. Dua sekertaris itu akur! kompak, dan mereka mulai berbincang sebagaimana mestinya sebagai rekan kerja.
Fuji memegang tangan Tama "Aku minta maaf ya, kemarin aku terhasut nafsu!" Pun Tama memegang tangan rekan kerjanya itu "Gakpapa Bu, wajar. Saya juga kalau jadi ibu mungkin akan lebih dari itu" Fuji menghela nafas kemudian menatap mata Tama.
"Hati kamu begitu besar ya, bisa menerima aku semudah ini"
"Maunya sih ngamuk, tapi-kan ibu marah juga karena ada penyebabnya"
"Aku bodoh banget, harusnya aku cari tahu dulu lebih jauh sebelum aku marahi kamu. Sekali lagi maaf ya"
"Gakpapa Bu, hari ini saya bisa ngobrol sama ibu aja udah bersyukur banget apalagi sampai jabatan saya naik, saya mengambil banyak hikmah dari kejadian ini"
Fuji berdehem.
Ehem!!!
memperbaiki kerongkongannya untuk bisa berbicara dengan baik "Kalau boleh tahu, ada hubungan apa ya kamu sama Guno? Pastinya fitnah itu datang karena Anggit melihat kamu dengan Guno, di manapun itu!" Tama menghela nafas dan dia memulai ceritanya. Dari a-z ia jelaskan, awalnya Fuji tidak percaya. Tapi karena kemarin, Guno terlalu banyak menutup diri darinya. Perlahan Fuji menerima kisah itu dan ditanyakan langsung kepada orang yang pastinya memiliki kapasitas soal latar belakang semua karyawannya.
Bos besar! Tuan Joy, sebelum Fuji melangkah jauh dengan Guno. Beberapa kali Joy sempat menegurnya dan pastinya dia berkata begitu karena ada sesuatu yang ditutupi dari seorang Guno. Duduk berhadapan saling menatap tajam, Fuji benar-benar ingin tahu kisah Guno.
Joy menghela nafas panjang, ia memberi kode kepada ajudannya untuk mengambil dokumen atas nama Guno. Setelah dipegangnya oleh Joy dokumen itu dilempar, tepat kehadapan Fuji.
"Kamu baca dari awal sampai akhir, setelah itu kamu…
Lelaki Manipulatif
Menghancurkan Joy
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments