Plak!!!!!!!!!!!
Tamparan keras mendarat dipipi perempuan yang sekarang sedang terduduk disofa sembari menangis menahan sakit.
"Kamu itu ibu sekolahkan! Ibu ajarin kamu jadi perempuan baik, bisa-bisanya kamu kebobolan! Tahu gak? Ibu ngerasa gagal! Ibu kecewa, sakit hati sama kelakuan kamu! Ternyata selama ini firasat ibu benar soal kamu— tapi ibu berusaha untuk menghalaukan semuanya. Karena ibu yakin kamu gak begitu Tama!"
Tangis pilu bergema diruang tamu, ibu terduduk bersimpuh dibawah kaki Tama "Ibu mohon nak, gugurkan dia! Jangan kamu rawat! Ibu nggak sanggup kalau harus menanggung malu dihadapan semua orang, ibu merasa dilempar ranjau Tam!" Tama merasa bersalah, ia turun dari sofa memeluk ibunya yang memohon untuk 'hilangkan anak yang ada dalam perutnya'.
"Bu, Tama sudah pergi ke paraji. Tapi bayinya nggak mau keluar! Tama juga nggak mau Bu ngurus anak ini"
"Gimana kalau kita beli pil penggugur saja? Di apotik banyak!"
Namun, Tama menggelengkan kepalanya " Tidak Bu, jangan!" Mata ibu membulat, wajah yang tadinya menunduk kerut dan rapuh kini menjadi tegas "Kenapa?!" Tama melepas peluknya, dia sedikit menjauh "Kateha menyadarkan ku, soal hadirnya bayi ini Bu" ucap Tama lirih.
Tiba-tiba seperti sambaran kilat, tangan ibu Tama menggenggam rambut putrinya itu. Urat di nadi begitu nampak, kesal, marah yang sedari tadi diluapkannya mungkin ini puncaknya. Ibu janda, merawat Tama sendirian sedari kecil semenjak suaminya meninggal dunia. Hujan, angin, panas matahari yang menyengat tubuhnya tak melunturkan semua tenaga dan kesungguhan beliau ketika mengasuh Tama. Semua pengorbanan itu dibayar hina oleh anak yang tengah hamil tanpa suami.
Diseretnya Tama ke kamar mandi dapur rumah. Ibu mendorongnya sampai tubuh Tama terbentur ke closet duduk.
Bag!!!!!!!
Entah setan apa yang sudah merasuki ibu, beliau menyalakan water heater dengan suhu yang panas sekali. Shower yang menggantung di dinding, diraihnya tanpa ampun disemprot ke Tama.
Srot!!!!!!!
"Panas Bu! Panas!!! Ampun Bu!…
Lelaki Manipulatif
Tegas, berotot dan kejam.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments