Cukup apa uang segitu?

"Tama!!!"

Guno membentak saat melihat Tamara bertingkah kasar kepadanya. Namun, Tama tak kalah berang menghadapi kelakuan Guno yang terus mengganggunya.

"Bapak! Tama itu risih. Bisa tidak sih Bapak jangan ganggu Tama terus?!"

Guno terkejut bukan main mendengar nada bicara gadis itu. Di sekolah, Tama tampak seperti anak yang lugu, polos, dan cuek. Kini, Guno melihat sisi lain dari kepribadian aslinya.

Meski begitu, Guno tidak ingin gegabah. Ia menarik napas panjang, turun dari motor lalu berjalan mendekati muridnya itu. Guno mencoba meraih tangan gadis itu. "Tama..." Namun, sebelum Guno sempat bicara Tamara menghempaskan tangannya dengan kasar.

Srak!

"Bapak kalau mau bicara, bicara saja! Tidak usah pegang-pegang!"

Lagi-lagi Guno menghela napas ia berusaha melembutkan suaranya. "Tama lagi capek ya? Bapak antar pulang, yuk!"

"Tidak usah Pak! Tama punya kaki"

"Hei, mukamu sudah merah begitu"

"Ini gara-gara pakai krim siang jadi merah! Sudah, sebaiknya Bapak pergi saja. Ngapain masih di sini sih?!"

Tama melangkah cepat menghindari Guno. Namun, dengan semangat menggebu Guno tetap membuntuti dari belakang.

"Tama! Jangan ngambek. Anak gadis kalau ngambek nanti kentutnya bau loh!"

Tama makin uring-uringan dibuatnya. Ia mengentakkan kaki ke tanah dengan kesal "Bapak! Saya makin ilfeel sama Bapak!" serunya sebelum kembali melanjutkan langkah.

Saat Guno tengah mengejar Tama, Irfan datang menyusul. Kehadiran temannya itu membuat Guno terpaksa berhenti dan bersikap biasa saja.

"Oh... di sini rupanya?!" ucap Irfan sembari menghentikan motornya tepat di samping Guno.

"Fan! Ke mana saja sih?" Guno malah balik bertanya.

"Harusnya gue yang tanya, lu ke mana? Gue kira lu menyusul ternyata setelah ditunggu puluhan menit lu malah di sini, ngapain?"

"Tadi gue ketemu anak didik di sini."

"Siapa?"

"Tamara"

"Oh, si Tama?"

Guno mengangguk.

"Terus kalian ngobrol?"

"Ya begitu, ternyata si Tama aslinya pemarah ya?"

"Ah masa? Di sekolah dia ramah-ramah saja tuh"

"Eh, barusan dia beli seblak terus gue bayarin tapi malah ngambek. Seblaknya malah dibuang, tuh!" Guno menunjuk kantong plastik yang tergeletak di tengah jalan.

"Lu maksa kali?"

"Enggak. Gue bayar dan dia mau tapi setelah ngobrol sebentar malah dibuang"

"Masa sih Tama begitu?" Irfan sangsi. Ia terdiam sejenak lalu menatap mata Guno dalam-dalam.

"Kenapa lu lihat gue kayak begitu?" tanya Guno risih.

"Lu gak macam-macam kan?"

"Enggak! Macam-macam bagaimana?"

Irfan menggigit bibirnya, jemarinya mengetuk-ngetuk setang motor "Gue sebagai teman cuma bisa mengingatkan. Kuburan istri lu masih basah, lu juga pasti sibuk menjelang tahlilan empat puluh hari kan? Jangan sampai mertua lu tahu akal busuk lu Gun!"

"Gue nggak ngapa-ngapain Irfan! Lagi pula, kalau mertua gue marah hanya karena gue cari cewek lagi, ya gue hempas dia dengan mudah. Bibir cewek yang sudah keriput mah tinggal ditoyor saja selesai!"

Irfan menggeleng-gelengkan kepala "Istigfar, Gun!"

"Ah sudahlah, perjalanan gue belum selesai!"

Guno meninggalkan Irfan begitu saja, ia memacu motornya dengan kecepatan tinggi. Hal itu memicu rasa penasaran Irfan yang akhirnya berbalik arah dan menyusul Guno.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, Guno akhirnya mengetahui lokasi rumah Tamara! Ia memberhentikan motornya dari kejauhan agar keberadaannya tidak disadari.

"Yes!" seru Guno senang sembari mengepalkan tangan. Tak lama kemudian, Irfan berhenti di sampingnya.

"Membuntuti Tama?" tanya Irfan sembari melirik rumah tersebut.

"Iya dan sekarang gue tahu rumahnya di mana!"

"Gun, sadar Gun! Tama itu masih anak-anak"

"Anak-anak dari mana? Foto liburannya saja seperti wanita dewasa"

"Yang namanya liburan bebas mengekspresikan kesenangannya Gun. Mau berpakaian apa pun, selama tidak merugikan kita, ya tidak apa-apa. Asal jangan membawa nama sekolah saja"

"Lu lihat saja akun Instagram Tama. Gue yakin lu juga pasti bakal naksir!"

"Ya ampun Gun, sadar hei!" Irfan memegang pundak Guno karena merasa ini sudah keterlaluan. Namun, Guno mengempaskan tangan Irfan dan kembali menghidupkan motornya, meninggalkan temannya itu lagi.

Irfan merasa kesal dengan perubahan sikap Guno yang mendadak terobsesi pada muridnya sendiri. Ia membuka ponsel dan mengirim pesan singkat kepada teman-temannya yang lain.

"Gue harus bicara sama kalian!"

"Guno pulang, Bu!"

Guno melangkah masuk ke rumah yang tampak sepi. Ia melepas dasi dan sepatu, lalu memanggil ibu mertuanyanya "Bu, Ibu!"

Tidak ada sahutan. Hanya suara bising kendaraan dari luar yang terdengar hingga Guno terpaksa menutup telinganya "Sialan!" kecamnya kesal.

Dengan tubuh lemas Guno berjalan menuju meja makan. Ia membuka tudung saji namun isinya hanya nasi putih, Guno mengembuskan napas berat lalu duduk pasrah sembari menatap langit-langit rumah.

" Iya, Hana sudah meninggal. Kalau dia masih hidup, pasti sudah ada makanan yang tersaji. Hana... "

Guno memejamkan mata, membayangkan sosok istrinya yang selalu menyambutnya dengan pelukan dan senyuman hangat. Ia membayangkan diomeli Hana karena pulang terlambat, disuapi makan sambil mengerjakan laporan, hingga dibersihkan kukunya.

Semua kenangan tentang Hana yang selalu ada untuknya melintas begitu saja. Tiba-tiba suara ibu mertuanya memecah lamunan "Yuhu! Sini Jeng!"

Guno tersentak. Ibu mertuanya datang bersama teman-temannya "Duduk-duduk!" sambut sang mertua dengan suara nyaring.

Ibu mertuanya pergi ke dapur dan tak sengaja mendapati Guno yang terduduk lemas "Guno! Kapan pulang Nak? Aduh, Ibu belum masak!"

Guno hanya menghela napas.

"Kamu pesan makan daring saja ya, Ibu mau ada arisan jadi harus menyiapkan minum untuk mereka."

"Mereka tidak makan?" tanya Guno datar.

"Makan dong, masa tidak!"

"Uangnya ada?"

Ibu mertuanya menggeleng Guno merogoh sakunya, mengeluarkan dompet lalu menyerahkan uang sebesar lima ratus ribu rupiah.

"Sekalian pesankan makanan untuk ku ya Bu, aku mau mandi dulu" ucap Guno sebelum beranjak ke kamar.

Dalam hati ibu mertuanya girang " Wah, banyak sekali uangnya. Jika setiap hari seperti ini aku bisa cepat kaya! Dulu Hana suka memberi uang juga sih tapi cuma seratus ribu. Cukup apa uang segitu!"

Episodes
1 Mendadak Duda
2 Tama!
3 Blok M
4 Cukup apa uang segitu?
5 Risih
6 Jangan macam-macam kamu!
7 Rem mendadak
8 kolom komentar
9 Ruang musik
10 Paling ditolak Tama
11 Kamu tidak tertarik melihat ibu seperti ini?
12 Awas saja ya!
13 apakah pak Ilham tahu?
14 Kok sekarang malah jadian?
15 Harusnya First date!
16 I love purple
17 Tama mengirimkan fotonya
18 jangan menoleh kebelakang lagi
19 Ya pak, saya mau!
20 Garing, tidak renyah!
21 staycation
22 Ketiga kalinya
23 saya sakit hati!
24 Adel.
25 Urat hijau
26 Razia
27 child grooming
28 Anak lelakinya
29 siapa kamu?
30 mending sama Dede gemes aja!
31 merasa bersalah
32 ciuman 21+
33 gak ada yang nungguin elu!
34 Irfan
35 ini karena Tama selingkuh
36 musuh SMA
37 Rumah Raksa
38 menguras kesabaran Guno.
39 Flashdisk
40 calon keluarga suami
41 Ruang Teater
42 Soto Hana
43 Guno termangu
44 Hana belum empat puluh hari!
45 Serangan jantung
46 Mertua Biadap
47 Milik ku
48 Dipecat
49 SIAL
50 alkohol
51 Serpihan botol kaca
52 Kayaknya Tuhan Benci Gue
53 Masih menaruh harap
54 Duda Toxic
55 Cerai dulu baru bercinta 21+
56 Lelah sekali bukan?
57 Cemburu
58 Adel?
59 Sudah mulai luruh perasaannya
60 NPD
61 Tunggu
62 Memeluk lutut
63 Saya masih mencintai kamu Hana
64 Raksa?!
65 Mak, Guno dipenjara
66 Kali ini, Guno tak jujur.
67 Ingkar Janji
68 Haji Muis
69 oh, anak pak RW!
70 Reni bunuh diri
71 Gue mimpi?
72 Tanpa surat lamaran.
73 Sekertaris bos besar.
74 Hari ini Guno milikku!
75 Fuji Hyper?.
76 Ternyata Simpanan
77 Masa depan suram
78 Karoke VVIP 21+
79 Trauma itu kembali
80 Dosa besar
81 Kamu!
82 Tama ditampar
83 Dipermalukan
84 Nama Guno tidak disebut
85 Hukuman
86 Aku mau kamu
87 Jika
88 Menghancurkan Joy
89 Dejavu
90 Hah?!
91 Sepagi ini
92 pingsan 21+
93 Ratu Claster
94 Siapa dia?
95 ini semua salahku!
96 Saya Guno
97 Mba Jum!
98 Adik, kakak ipar.
99 Sang mantan 21+
100 Pak Joy ngamuk!!
101 Tamu undangan
102 Pengantin laki-laki 21+
103 Kabar pahit
104 Dukun beranak
105 Gagal 18+
106 Kamu selalu ada untuk ku
107 Hamil anak siapa kamu?
108 Tegas, berotot dan kejam.
109 Eksekusi 21+
110 Mayat Guno 21+ (TAMAT)
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Mendadak Duda
2
Tama!
3
Blok M
4
Cukup apa uang segitu?
5
Risih
6
Jangan macam-macam kamu!
7
Rem mendadak
8
kolom komentar
9
Ruang musik
10
Paling ditolak Tama
11
Kamu tidak tertarik melihat ibu seperti ini?
12
Awas saja ya!
13
apakah pak Ilham tahu?
14
Kok sekarang malah jadian?
15
Harusnya First date!
16
I love purple
17
Tama mengirimkan fotonya
18
jangan menoleh kebelakang lagi
19
Ya pak, saya mau!
20
Garing, tidak renyah!
21
staycation
22
Ketiga kalinya
23
saya sakit hati!
24
Adel.
25
Urat hijau
26
Razia
27
child grooming
28
Anak lelakinya
29
siapa kamu?
30
mending sama Dede gemes aja!
31
merasa bersalah
32
ciuman 21+
33
gak ada yang nungguin elu!
34
Irfan
35
ini karena Tama selingkuh
36
musuh SMA
37
Rumah Raksa
38
menguras kesabaran Guno.
39
Flashdisk
40
calon keluarga suami
41
Ruang Teater
42
Soto Hana
43
Guno termangu
44
Hana belum empat puluh hari!
45
Serangan jantung
46
Mertua Biadap
47
Milik ku
48
Dipecat
49
SIAL
50
alkohol
51
Serpihan botol kaca
52
Kayaknya Tuhan Benci Gue
53
Masih menaruh harap
54
Duda Toxic
55
Cerai dulu baru bercinta 21+
56
Lelah sekali bukan?
57
Cemburu
58
Adel?
59
Sudah mulai luruh perasaannya
60
NPD
61
Tunggu
62
Memeluk lutut
63
Saya masih mencintai kamu Hana
64
Raksa?!
65
Mak, Guno dipenjara
66
Kali ini, Guno tak jujur.
67
Ingkar Janji
68
Haji Muis
69
oh, anak pak RW!
70
Reni bunuh diri
71
Gue mimpi?
72
Tanpa surat lamaran.
73
Sekertaris bos besar.
74
Hari ini Guno milikku!
75
Fuji Hyper?.
76
Ternyata Simpanan
77
Masa depan suram
78
Karoke VVIP 21+
79
Trauma itu kembali
80
Dosa besar
81
Kamu!
82
Tama ditampar
83
Dipermalukan
84
Nama Guno tidak disebut
85
Hukuman
86
Aku mau kamu
87
Jika
88
Menghancurkan Joy
89
Dejavu
90
Hah?!
91
Sepagi ini
92
pingsan 21+
93
Ratu Claster
94
Siapa dia?
95
ini semua salahku!
96
Saya Guno
97
Mba Jum!
98
Adik, kakak ipar.
99
Sang mantan 21+
100
Pak Joy ngamuk!!
101
Tamu undangan
102
Pengantin laki-laki 21+
103
Kabar pahit
104
Dukun beranak
105
Gagal 18+
106
Kamu selalu ada untuk ku
107
Hamil anak siapa kamu?
108
Tegas, berotot dan kejam.
109
Eksekusi 21+
110
Mayat Guno 21+ (TAMAT)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!