Tet! Tet!
Suara bel sekolah berbunyi nyaring. Hal itu membuat Guno langsung mengarahkan pandangannya ke luar. Dengan sigap, ia membuka pintu ruang musik selebar mungkin.
"Cepat kamu keluar sekarang, sebelum ada yang lihat!" perintah Guno tegas.
Tama menurut. Ia langsung berdiri, kemudian berlari menjauhi 'ruang neraka' yang baru saja ia datangi. Sementara itu, Guno yang ingin tetap terlihat berwibawa dan berkesan baik, menunda kepergiannya selama beberapa menit agar tidak ada yang curiga.
Lima belas menit berlalu, Guno akhirnya keluar ruangan dengan tenang. Namun, begitu ia menutup pintu, tiba-tiba dari belakang, Indri mengejutkannya.
"Darrr!"
Guno terperenjat. Ia langsung membalikkan badan dan memasang wajah hangat andalannya kepada anak didiknya itu.
"Eh, Indri!"
"Sendirian saja Pak?" tanya Indri penuh selidik.
"Iya nih, habis pinjam gitar."
"Oh, Bapak tidak mengajar?"
"Nanti setelah jam istirahat."
Indri memonyongkan bibirnya, lalu mengangguk-angguk.
"Ya sudah, saya ke kantin dulu, ya." Guno hendak melangkah pergi, namun Indri menahannya.
"Pak! Aku mau konsul."
"Konsul apa? Kan ada guru BK, kenapa harus sama saya?"
"Soalnya nyaman bercerita sama Bapak. Kalau sama guru BK suka dibocorkan, suka disindir juga di kelas."
"Nanti dulu ya, pulang sekolah saja gimana?Sekarang saya harus makan. Lapar!"
Tanpa menunggu jawaban lebih lanjut, Guno melangkah pergi meninggalkan Indri. Ia menghiraukan panggilan gadis itu.
"Eh, Bapak ih!" Indri menghentakkan kaki kanannya dengan kesal sambil bersedekap "Giliran sama Tama saja cepat bukan main. Sama aku? Dih, jual mahal!"
...*******************...
Kini Guno mengajar di kelas XII IPA-2. Ya, itu adalah kelas Tamara. Begitu Guno masuk, semua siswa kompak diam. Dari awal mengucap salam sampai akhir penjelasan Biologi, tak ada yang bertanya atau sekadar mengobrol. Mereka membisu di hadapan Guno.
Guno melirik ke ujung bangku paling belakang. Di sana ada Tama yang hanya menunduk tanpa berani menatapnya. Guno memakluminya, mungkin Tama…
Lelaki Manipulatif
Paling ditolak Tama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments