Langkah Tama terombang ambing kesisi kanan dan kiri, beberapa kali dirinya menubruk pot bunga yang berjajar disamping trotoar jalan menuju rumahnya. Isak tangis yang tak berhenti pun rasa sakit yang tak kunjung reda masih meradang di kedua pipi, tangan, dan area kewanitaannya.
Payah!
Itu kondisi Tama saat ini, tak henti - hentinya dia menyeka air mata yang mengalir deras sampai bajunya basah. Handphone yang sedari tadi ada dalam tasnya kini dikeluarkan untuk menghubungi seseorang.
Tut!!!!!!
Clek!
" Halo.. "
" Tolong saya pak, saya diperkosa "
Setelah Tama mengatakan kejadian naas yang menimpa dirinya telpon itu langsung dimatikan lalu Tama duduk, menyelonjorkan kakinya, menyandarkan punggungnya ke jajaran pot bunga.
Lima belas menit berlalu, sosok pria menggunakan setelan jas datang menghampirinya, dia sangat terkejut ketika melihat Tama sudah terkapar tak berdaya. Dengan tenaga yang masih terkumpul didalam tubuhnya, pria itu memangku Tama membawanya hingga masuk kedalam rumah Tama.
Ibu yang biasa selalu ada menunggu kepulangan Tama kini sedang tidak ada dirumah. Alhasil hanya ada mereka berdua, tapi tenang saja kejadian buruk seperti tadi tidak akan terjadi lagi karena lelaki yang tengah menolong Tama ini adalah anak dari adik ibu Tama ( sepupu ) dan dia Irfan, guru yang mengajar disekolah Tama pun dia adalah rekan kerja plus teman tongkrongan Guno.
Irfan membaringkan Tama kekasurnya dengan sigap dia membawa ember kecil berisi air hangat untuk membasuh wajah Tama yang sudah merah, mata menyipit karena sedari tadi dirinya menangis.
Irfan mengambil handuk kecil untuk dimasukkan kedalam ember itu, di perasnya lalu dilapkan ke wajah Tama. Tentu hati Irfan teiris seperti disayat pisau tajam, dirinya sudah memiliki firasat kalau yang melakukan hal keji ini pasti rekan kerjanya yaitu Guno.
" Ini kelakuan pacarmu? "
Dan Tama dengan sisa tenaga yang ada dia hanya bisa mengangguk pelan.
" Kenapa dia dengan tega melakukan ini sama kamu, bukannya hubungan kalian baik…
Lelaki Manipulatif
musuh SMA
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments