Guno kembali duduk bersama Tama. Parahnya, Guno justru duduk dengan santai, menghiraukan tatapan para murid yang bisa dibilang sudah sangat marah. Baru kali ini ada guru dengan kelakuan seperti Guno. Sementara itu, Tama hanya bisa diam dengan sisa tangisnya. Ia pasrah jika suatu saat nanti dipanggil oleh guru BK atau bagian kesiswaan.
Guno mengambil jajanan yang dibawanya. Ia makan sambil sesekali menawari Tama, namun gadis itu menolak dengan gelengan kepala. Karena Tama terus menolak, Guno akhirnya memaksa dengan cara menyuapinya. Awalnya Tama tetap menolak, tetapi Guno terus merayu.
"Ayolah, jangan begitu. Saya bawakan ini khusus untuk kamu" bujuk Guno.
Merasa tersudut dan terlanjur malu karena ditonton banyak orang, akhirnya Tama membuka mulut dan menerima suapan Guno.
"Nah, begitu dong! Susah banget disuruh makan dari tadi" ucap Guno puas.
Murid-murid yang melihat pemandangan itu akhirnya membubarkan diri, membiarkan mereka berdua makan di dalam kelas.
...******************************...
Jam pelajaran berakhir. Kini saatnya seluruh warga sekolah pulang ke rumah masing-masing. Kejadian suap-suapan di kelas tadi ternyata tidak berakhir begitu saja. Guno, kini menghampiri Tama yang tengah berdiri mematung ditrotoar, ia kebingungan karena dijauhi teman-temannya.
"Cantik!" sapa Guno.
Tama langsung menoleh
"Pulang sama siapa?" tanyanya.
"Sendiri" ucap Tama singkat.
"Mau Bapak antar?"
"Tidak usah Pak! Saya masih punya kaki, masih bisa jalan sendiri"
"Tapi kamu butuh kendaraan, tidak mungkin jalan kaki sampai rumah"
"Sudah ya, Pak. Saya mau pulang!"
Tama bergegas pergi. Ia berjalan setengah berlari karena takut Guno akan mengejarnya lagi. Guno yang merasa diabaikan pun mendengus kesal! Harga dirinya merasa terinjak.
"Dasar cewek sialan! Lihat saja nanti, kalau sampai tergila-gila jangan salahkan aku!" gumam Guno sinis.
Masih penasaran, Guno mengikuti Tama dari kejauhan agar tidak ketahuan. Sekitar seratus meter kemudian, ia melihat Tama tengah berbicara dengan seorang…
Lelaki Manipulatif
Rem mendadak
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments