Tama menangis sesenggukan hingga matanya bengkak. Hari ini hari Minggu. Harusnya Kateha pergi untuk mengikuti lomba antar sekolah yang diselenggarakan di gedung PGRI. Namun, karena Tama menyudahi hubungannya secara sepihak dan Kateha merasa ini tidak adil. Akhirnya dia lebih memilih untuk menemui perempuannya daripada mengikuti lomba.
Digrup obrolan, Kateha dimaki habis-habisan oleh pelatihnya, belum lagi rekan satu team. Pastinya mereka marah dan merasa keputusan Kateha untuk absen, tidak logis! Hal ini Membuat anggota merasa lemah dan kekalahan pun sudah diperkirakan akan diterima. Tapi Kateha tidak peduli, kali ini dia benar-benar pergi.
Tok! Tok! Tok!
Masih pagi, jam lima subuh. Kateha datang kerumah Tama dan dia tidak segan untuk mengetuk lebih keras agar segera dibukakan pintu. Sekitar lima belas menit menunggu, barulah! Ibu Tama yang membuka pintu.
"Loh, ada apa nak? Tama masih tidur"
"Saya mau bertemu Tama Bu, darurat!"
"Darurat? Memangnya kenapa?"
Ingin rasanya Kateha menjelaskan lebih detail kepada ibunya, tapi Kateha rasa ini belum saatnya. Karena hubungan mereka hanya 'pacaran' bukan tunangan atau bahkan suami.
"Intinya darurat Bu, saya harus bertemu Tama"
Ibu Tama menghela nafas dan beliau mempersilahkan Kateha masuk. Pun dirinya mengangguk kemudian kakinya melangkah sedikit tergesa. Tepat didepan kamar Tama, Kateha mengetuk pintu seperti tadi. Sembari sesekali memegang gagang pintu. Berharap bisa langsung dibuka.
Tok! Tok!
"Tama!!!" Teriak Kateha.
Untuk pertama kalinya Kateha bersikap kurang ajar di rumah Tama, kesal dan tak percaya dengan keputusan sang perempuan " Ada apa sebenarnya? " Tanyanya dibalik pintu yang sekarang, sedang Tama sandarkan tubuhnya. Tama menangis namun mulutnya ditutup menggunakan syal. Ia tak mau Kateha mendengar.
Bugh! Bugh!
Kateha sedang mencoba mendobrak pintu Tama, menendangnya berkali-kali bahkan Kateha mendorong tubuhnya sendiri, agar pintu segera terbuka. Ibu bingung "kok di dobrak? Memangnya Tama kenapa? Dia bilang ap…
Lelaki Manipulatif
Hah?!
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments