Terkulai lemas berusaha untuk bangkit kembali, tubuh Tama ringkih. Tak ada sedih, kecewa, marah, ataupun trauma yang pernah ia hadapi sebelumnya, Tama mati rasa.
Langkahnya berusaha untuk mengambil jarak, cepat dan inginnya ia segera pergi dari tempat itu. Jiwa Tama sudah mendekat ke pintu, tangannya meraih gagang, baru saja ia buka sedikit, tiba-tiba dari luar ada yang mendorongnya.
Kriet!!!!!
Tama mundur, ternyata mereka orang-orang yang sedang bertugas dipernikahan Fuji. Ada dua orang, perempuan. Salah satu diantaranya melihat Tama dari atas sampai bawah.
"Kayaknya tadi..." Orang itu seperti menebak sesuatu, namun rekannya menepiskan tangan tepat didepan wajahnya.
"Hus!!!"
Mereka saling tatap, Tama langsung mencari alasan "Maaf, aku ikut ngebenerin baju disini. Soalnya tadi ditoilet penuh" pun mereka langsung tersenyum "Iya kak, gakpapa. Kalau begitu kami izin masuk kedalam. Mau mengambil barang" Tama langsung mempersilahkan mereka, kemudian dirinya bergegas pergi. Agar orang-orang tak curiga.
Tama berjalan sedikit berlari, mencari taxi untuk pulang kerumahnya. Sedangkan Guno, dia langsung berhambur keruang ganti. Memakai setelan jas yang lain tanpa bantuan MUA yang disewanya. Setelah sedikit merapihkan penampilan, Guno kini melangkah menuju pelaminan. Dari jauh Guno sudah melihat mimik muka sang istri, meskipun dirinya tersenyum pada yang lain tetap saja ketika beralih pada Guno. Wajah marahnya merebak.
Seolah tak terjadi apa-apa Guno menyalami tamu yang baru saja naik ke pelaminan. Ia hanya tersenyum sekilas pada Fuji. Disisi lain Fuji mendapatkan info dari petugas bahwa mereka melihat Guno berpelukan dengan perempuan lain di ruang properti.
Marah Fuji, harusnya hari ini hari yang bahagia tapi kenapa selalu saja, ada hal yang membuat dia kesal dari sikap Guno. Untungnya Fuji mampu menahan diri untuk tidak berapi-api dalam meluapkan emosi, ia hanya memperlihatkan mimik muka kesal dan berlagak seperti biasa, seperti tidak terjadi apa-apa diantara mereka.
Acara pu…
Lelaki Manipulatif
Kabar pahit
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments