Guno menyingkab rambutnya itu lalu menanam tangan dipinggang.
" Itu orang lain yang saya tidak kenal Bu... "
" Orang lain tapi main peluk saja! "
" Bu.. saya tidak menyukai dia! Lagi pula dia masih memiliki hubungan resmi dengan suaminya, dia hanya saudara rekan kerja saya yang dipaksa berkenalan dengan saya "
" Tapi percakapan kalian serius sekali, sampai wanita itu rela mengganti nama untuk sertifikat rumahnya menjadi nama kamu! "
" Saya saja tidak yakin Bu, kenapa ibu seyakin itu?! Jangan jauh - jauh deh, sekarang saja saya tidak mau menjual rumah ini meskipun kata ibu, ibu dapat bagian dari Hana tapi sampai kapan pun saya gak akan jual rumah ini! "
Ponsel ibu dimatikan, dimasukkan kedalam saku celananya kembali.
" Kamu pikir saya bodoh Guno? "
Makin mengerut saja wajah Guno ketika ibu mertuanya itu seperti memiliki kartu as miliknya.
" Bodoh? Apa lagi sih bu?! "
" Perempuan mu tidak satukan? "
Guno menghela nafas....
" saya tidak punya pacar bu, lagi pula kalau punya itu bukan urusan ibu "
Mata dan tubuh ibu mertuanya Guno bergetar, tangannya mengepal bibirnya pun tersenyum sinis seolah dia tidak menyangka kalau menantunya bisa berkata seperti itu!
" Hana belum empat puluh hari Gun... "
" Terus kenapa kalau belum empat puluh hari? "
" kuburannya masih basah, ibu saja yang melahirkan dia merasa raganya masih ada disini dan kamu! Yang satu kasur dengannya apa tidak merasakan keberadaan dia? "
" Bu, yang sudah mati biarlah— dia tidak akan hidup lagi! "
Ibu mertuanya menggelengkan kepala beberapa kali,
" ketika Hana masih hidup mulut mu manis sekali.... sekarang? Kamu berkata begitu?! "
" Bu, realistis saja! "
" kamu cinta sama Hana? "
" Cinta bu... Tapikan sekarang Hana sudah tidak ada, apa yang harus aku jaga lagi? Aku pria butuh kasih sayang dari seorang wanita "
" baiklah, alasan mu bisa ibu terima " ucap ibu mertua pasrah.
Tubuh wanita yang sudah berumur lima puluh tahun itu kini perlahan mundur dari hadapan Guno, sedangkan Guno sendiri dia menanam ta…
Lelaki Manipulatif
Serangan jantung
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments