PLAK!!!
Fuji menampar Tama dihadapan banyak orang, semua terdiam tak menyangka. Seorang Fuji bisa searogan itu! Pun Guno yang memperhatikan Fuji dari dapur kantor, menutup mulutnya.
"Gila juga tuh cewek! Modal foto bisa menghasut dia sampai sekejam itu" ucap Guno senang.
Dirinya merasa sedang diperebutkan atau dipertahankan posisinya dihati para perempuan yang sekarang sedang berhadapan. Apalagi melihat reaksi Fuji yang seperti itu membuat Guno semakin terbang ke atas langit. Tentunya merasa tampan, dan tidak ada yang menandinginya.
Suara Fuji begitu lantang, jelas, bergema, menakutkan bagi mereka yang bermasalah dengannya.
"Ternyata murah juga ya harga diri kamu? Memperkosa? Hahaha, segitunya kamu menginginkan dia?" mata Fuji hampir keluar "Saya akan laporkan kamu ke polisi! Beraninya kamu masih menginjakkan kaki diperusahaan ini! Kalau tuan Joy tahu soal kamu, saya akan ajukan blacklist. Agar perusahaan lain tidak bisa menerima pekerja seperti kamu!"
Tama merasa ini mimpi, tapi tertekannya ketika dimarahi sangatlah nyata. Orang-orang sedari tadi yang menatapnya sinis dan menyindir benar-benar masuk kedalam hatinya. Malu karena tidak ada seorangpun yang membela dan mereka berkata seolah apa yang dituduhkan itu benar. Tama keluar dari ruangan itu, ia berlari sembari menangis dan menahan sakit dipipinya.
Ternyata larinya Tama diketahui oleh Joy, sang pemilik perusahaan "suruh satpam cegat dia, jangan sampai keluar!" Ucap Joy pada ajudan yang sedang meparkirkan mobilnya. Tentu hanya dengan satu kalimat saja, perintah itu segera dilakukan melalui walkie talkie.
Begitu Tama berusaha membuka gerbang, tangannya langsung disambar pak satpam "Jangan pulang kak, pak Joy ingin bertemu!". Ada serceca harapan dibalik kisruhnya keadaan. Setidaknya, mungkin. Joy akan membela dirinya ditengah fitnah yang sekarang sedang merajalela.
Tubuh yang tadinya masih sanggup untuk berdiri kini tiba-tiba lunglai, lemas. Jatuh ke tanah dengan rasa yang hampir menyerah.
Brugh!!!
Tubuh itu dian…
Lelaki Manipulatif
Dipermalukan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments