Pagi hari yang cerah semua karyawan masuk kedalam ruangnya masing-masing. Termasuk Guno, dia berdiam sejenak sekedar mengambil nafas untuk memulai hari agar lebih tenang dan semua berjalan lancar.
Bersihkan ruang supervisor! Itu note yang tertulis pada hari ini diponsel. Meski tubuhnya kini masih layu sisa kemarin. Namun, Guno sadar kalau pekerjaannya ini harus dilakukan dengan sepenuh hati. Bangkit dari duduk, memakai masker, mengambil alat kebersihan dan berjalan menuju ruang supervisor.
Jam pertama ternyata semua atasan sedang melakukan meeting target dan kualitas. Tak mengganggu dan sudah tugasnya, Guno cuek untuk membersihkan area. Tama, sedari tadi matanya tak bisa lepas dari Guno.
Dia bukan menatapnya penuh cinta. Namun, ada rasa takut yang masih menjalar dihatinya. Sedangkan Guno, dirinya malah salah tingkah. Tersenyum, pipi ranum, memerah bak sudah memakai blush on. Tak terlihat namun, kerutan di bawah matanya menandakan jika dia sedang tersenyum senang.
Makin bergidik ngeri! Dan bayang ketika di toilet restoran waktu itu terlintas dipikiran Tama. Mata melotot, berkeringat dan hembusan nafas panasnya masih terasa dipipi. Senyum menyeringai seperti penjahat pun tak luput ikut andil membuyarkan fokus Tama yang kali ini sedang meeting dengan rekan kerjanya.
Seketika dirinya lepas kendali, berteriak!
Aaaaaaaaaa!!!!!!!
Kemudian tubuhnya tiba-tiba jatuh ke lantai.
Brugh!!!
Semua orang panik. Yang berada di dekatnya langsung menggotong tubuh Tama untuk dibawa ke klinik perusahaan. Dibantu security, Tama akhirnya diistirahatkan sampai nanti tubuhnya pulih.
Seseorang memberinya minyak kayu putih agar cepat sadar, dan benar saja. Tak lama dari itu matanya terbuka pelan "aku dimana?" Tanya Tama dengan mulut yang masih menutup rapat. Namun bidan klinik tidak mendengarnya dengan jelas "Apa? Kamu kenapa?". Tama berhasil melihat siapa orang yang berdiri di sampingnya.
Bersyukur karena ada wanita, Tama langsung menggenggam tangannya "Kak jangan kemana-mana ya, tetap di s…
Lelaki Manipulatif
Kamu!
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments