Mereka saling pandang—Guno di dalam mobil dan Iwan di atas motornya. Batin mereka masing-masing bergejolak.
"Siapa lo? Berani-beraninya mendekati pacar gue. Mau lo tua sekalipun, kalau sudah merebut kebahagiaan gue, gue enggak akan segan-segan menghancurkan hidup lo!" batin Iwan geram.
"Bocah sialan! Enggak ada takut-takutnya. Masa gue harus bertarung sama anak kecil sih? Yang benar saja! Kalau ada yang diam-diam merekam lalu menyebarkannya, kan enggak lucu kalau judulnya: Seorang Guru Melakukan Kekerasan terhadap Anak Didiknya. Ah, serba salah!" keluh Guno dalam hati.
Akhirnya, Guno memutuskan untuk mengklakson Iwan agar menepi. Sebagai orang dewasa, Guno berusaha berpikir realistis dan mencari jalan keluar yang benar dalam situasi ini.
Tin! Tin! Tin!
Guno terus membunyikan klakson, namun Iwan tetap bergeming di tempatnya. Karena pusing, Guno mencoba mengambil jalur kiri untuk mendahului. Namun, mobil Guno hampir saja terserempet kendaraan lain dari belakang, sementara pengendara di sebelah kiri sempat oleng karena menghindar. Alhasil, Guno menerima makian dari pengendara lain.
"Woi, sialan! Ambil jalur lo sana, jangan maruk! Lo pikir ini jalan nenek moyang lo?" teriak pengendara yang hampir terjatuh.
Guno hanya diam sambil mengangguk-angguk. Pengendara yang hampir menyerempetnya tadi pun tak mau ketinggalan memberikan peringatan.
"Dengar ya, kalau sampai lo begitu lagi di jalan, gue hajar lo! Plat nomor mobil lo sudah gue tandai!" ujarnya sebelum kembali melaju.
Setelah situasi sedikit tenang, Guno turun dari mobil dan menghampiri Iwan yang masih duduk di motornya.
"Mau kamu apa, sih? Saya mau pulang, jangan halangi jalan saya! Kamu mau saya tabrak?" ancam Guno.
"Tabrak saja, Pak! Toh, sebelumnya Bapak sudah menabrak perasaan saya!" balas Iwan sengit.
"Kapan dan di mana? Mending kamu minggir sebelum saya telepon polisi!"
"Bapak sadar tidak kalau Bapak itu salah?"
"Iya, terserah! Mau saya salah atau benar, terserah kamu!"
"Bukan terserah, Pak! Bapak introspeksi d…
Lelaki Manipulatif
kolom komentar
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments