"Hari ini aku akan ke dukun beranak, do'akan ya supaya aku selamat!"
Terkirim!!!
Tama mengirim pesan kepada Guno, pagi hari. Ponsel yang digunakan untuk mengabari Guno pun dimasukkan ke dalam tas selempang miliknya. Kemudian ia menyambar jacket yang tersimpan diatas kasur. Kateha menatap perempuannya diambang pintu sembari memangku kedua tangannya. "Kamu yakin?" Tanya Kateha. Tama menoleh kemudian dirinya mengangguk, menghela nafas sebentar lalu menekan perutnya kuat-kuat.
"Maafin ibu ya nak, kita lebih baik seperti ini." Ucap Tama pada jabang bayi.
Tama berusaha tersenyum, ia melangkah menuju Kateha "Yuk!" Ajaknya santai. Sebenarnya di dalam batin Kateha, ia ingin sekali mengasuh anak itu dan menerima Tama apa adanya. Namun, keinginan Tama sangatlah kuat dan Kateha tidak bisa berbuat banyak.
Mobil merah yang selalu menjadi andalan Kateha, kini menemani perjalanan mereka menuju dukun beranak 'paraji'. Dengan tangan yang masih menyetir, Kateha mencoba membujuk Tama.
"Menurut aku— kamu jangan ngambil tindakan ini! Selain takut kamu kenapa-kenapa, perlahan aku mulai sayang kok, sama jabang bayi yang kamu kandung itu. Jangan jadi ya, kita pikirkan cara yang lain!"
"Ini bukan masalah kamu mulai sayang sama anak ini tapi, mukaku akan ditaruh di mana kalau orang lain tahu aku hamil diluar nikah?!"
"Kamu kan bisa pergi ke tempat yang lain, mengasingkan diri untuk membesarkan anak itu!"
"Kalau aku mengasingkan diri lalu mulai menyayangi anaknya aku nggak masalah, takutnya— aku malah benci Kat."
Kateha menghembuskan nafas panjang sampai menaikkan kedua alisnya, mungkin dia capek dengan alasan yang Tama buat untuk membela diri.
"Ngomong-ngomong, kamu tahu dukun beranak ini dari siapa?"
"Adalah pokoknya, dia sudah berpengalaman dan itu pun bukan bertahun-tahun tapi puluhan!"
"Mau pengalamannya bertahun-tahun, kalau kamu kenapa-napa siapa yang mau tanggung jawab? Emang orang itu mau menjamin kamu selamat sampai sehat?"
Tama diam, dia hanya memaksakan senyum yang tak mau mengemba…
Lelaki Manipulatif
Dukun beranak
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments