Risih

Hari ini seperti biasa Guno bersiap untuk kembali mengajar. Ia mengenakan sepatu, membenarkan letak dasinya, kemudian menyalakan mesin mobil. Ibu mertuanya yang sedari tadi memerhatikan dari dalam rumah, perlahan berjalan keluar untuk menegurnya.

"Kenapa tidak pakai motor?"

"Lagi ada keperluan Bu!"

"Ibu hari ini ada arisan dengan ibu-ibu komplek, kamu tidak kasihan melihat Ibu menumpang di mobil orang lain?"

"Hm... sementara Ibu menumpang dulu ya, soalnya hari ini ada yang harus Guno antar."

"Siapa?"

"Kepala sekolah!"

"Bukannya kepala sekolah punya mobil sendiri?" tanya sang mertua sangsi.

"Beliau memang punya, tapi katanya hari ini sekalian ada rapat di hotel makanya mau bareng saya"

"Rayu dong biar kamu yang naik mobilnya lalu mobilmu Ibu pakai hari ini"

"Tidak bisa Bu, Guno sudah janji"

Guno menghampiri ibu mertuanya lalu mengulurkan tangan untuk bersalaman. "Hari ini Ibu menumpang dulu ya" ucapnya, kemudian langsung berlari masuk ke dalam mobil agar tidak perlu mendengar omelan ibu mertuanya lagi.

Tanpa berlama-lama Guno langsung tancap gas, pagi ini ia begitu bersemangat. Cara membawa mobilnya pun tidak seperti biasanya seharusnya di persimpangan ia berbelok ke kanan, namun kini ia malah berbelok ke kiri. Setelah berkendara selama lima belas menit, Guno berhenti tepat di depan sebuah rumah yang dihuni oleh siswinya, Tamara.

Alasannya sungguh klasik saat berkata akan mengantar kepala sekolah, kenyataannya ia menjemput Tamara tanpa sepengetahuan dan izin gadis itu.

Guno keluar dari mobil ia berjalan penuh percaya diri menghampiri Tamara yang sedang berpamitan kepada ibunya.

"Tama, ayo!"

Tanpa basa-basi Guno langsung mengajak Tama. Tentu saja hal ini membuat Tama kebingungan dan semakin risih. Ibu Tama pun bertanya-tanya melihat sosok lelaki yang menjemput putrinya untuk pertama kali.

"Tama, siapa ini?" tanya sang ibu.

Tama ingin menjawab namun kalah telak oleh kesigapan Guno yang langsung mengambil alih pembicaraan.

"Oh iya. Saya Guno, gurunya Tama Bu" ucap Guno sembari mengulurkan tangan.

"Oh, gurunya. Tapi kenapa Bapak menjemput anak saya?"

"Katanya Tama mau bareng Bu supaya tidak terlambat masuk kelas"

Kening Tama semakin mengernyit. Ia beberapa kali menggelengkan kepala sebagai tanda protes, namun ibunya lebih fokus memerhatikan Guno.

"Oh! Padahal Pak Guru, kalau misalkan Tama meminta berangkat bersama jangan diiyakan. Mungkin anak saya hanya bercanda" tutur ibu Tama.

"Saya bisa membedakan kok Bu mana yang bercanda dan mana yang serius. Tenang saja, lagi pula saya tidak keberatan"

"Tapi lain kali kalau Tama minta bareng lagi, jangan ya Pak. Tidak enak dilihatnya, tidak sopan kalau Tama naik mobil dengan Bapak"

"Tidak apa-apa Ibu. Kami kan guru dan anak didik, lagi pula sudah kewajiban saya mengantar siswa berangkat sekolah dengan selamat."

"I-iya Pak" ucap ibu Tama kaku.

"Kalau begitu kami izin pamit ya Bu. Permisi!"

Guno menyentuh tangan Tama, memberi kode untuk segera pergi. Dengan hati kesal dan terpaksa, mau tidak mau Tama menurut. Ia mencium tangan ibunya lalu masuk ke mobil Guno. Guno mulai mengendarai mobilnya dengan kecepatan rendah. Tama hanya diam sembari membaca pesan di ponselnya.

"Diam terus, seperti yang di sebelah bukan orang saja" sindir Guno.

Tama mengembuskan nafas berat "Saya harus bagaimana Pak?"

"Ngobrol dong! Jangan main ponsel terus! Lagi chatting-an ya sama gebetanmu?"

"Apaan sih Pak!"

Guno tertawa kecil "Kamu kalau mengobrol dengan saya santai saja, tidak usah kaku. Kalau kamu mau curhat tentang pasangan saya siap mendengarkan semuanya"

"Jadi Bapak kesepian?"

"Kok kesepian?"

"Bapak repot-repot menjemput saya hanya karena ingin tahu tentang kehidupan saya-kan?"

"Kepedean kamu! Saya cuma menjalankan kewajiban sebagai guru. Tidak usah sok cantik!"

Tama merasa sangat kesal ia kembali membuang muka ke arah ponsel. Ia masuk ke grup chat sekolah yang beranggotakan lebih dari dua ratus orang. Di sana mereka membahas berbagai hal, bahkan guru yang asyik diajak bercanda pun bergabung di sana.

Membaca candaan teman-temannya, Tama tersenyum kecil hingga mengeluarkan tawa singkat yang terdengar oleh Guno.

"ketawain siapa kamu?"

"Sama anak-anak dan Pak Irfan"

"Pak Irfan? Wali kelas sebelas IPS 2?"

"Ya!"

"Kamu dekat dengan Pak Irfan?"

"Tidak, kami hanya bercanda di grup chat"

"Grup yang mana?"

"Itu... grup gabungan anak kelas sepuluh, sebelas, dan dua belas. Tapi hanya untuk yang mau bergabung saja"

"Masukkan saya dong! Saya juga mau masuk ngobrol sama kalian disana"

"Tapi aku bukan adminnya"

"Siapa adminnya?"

"Pak Irfan!"

Guno menggerutu dalam hati "Sialan! Kenapa anak itu tidak mengajakku masuk? Apa dia takut tersaingi? Oke, kalau itu maunya aku bisa menggaet anak-anak lebih banyak daripada anggota grup itu!"

Meski kesal dan cemburu karena merasa Irfan lebih maju darinya Guno tetap menjaga ekspresi wajahnya agar terlihat santai di hadapan Tama. Sesampainya di tempat parkir, Tama turun dari mobil Guno. Hal ini sontak menjadi pusat perhatian, siswa-siswi yang melihat mereka langsung menyoraki membuat suasana menjadi gaduh.

"Cie!!!"

"Bapak pasangan baru ya?!"

"Duh, mau dong jadi istri kedua!"

Sorakan itu membuat Tama ketakutan ia berlari melewati lorong-lorong kelas yang mulai ramai. Namun, di tengah kepungan tatapan sinis dan sorakan ia justru menabrak Indri, siswi kelas dua belas IPA dari kelas lain yang sudah menunggunya di depan kelas IPA-2.

Bruk!

Indri sudah bersiap sehingga ia tetap berdiri dengan angkuh, sementara Tama jatuh terduduk di lantai. Indri tersenyum sinis lalu angannya meraih dagu Tama, memaksa mereka saling tatap.

"Kamu pelakor?"

"Hah?"

Pelakor!

Itulah sebutan baru untuk Tama karena terlihat berangkat bersama Guno yang istrinya baru meninggal seminggu yang lalu.

Episodes
1 Mendadak Duda
2 Tama!
3 Blok M
4 Cukup apa uang segitu?
5 Risih
6 Jangan macam-macam kamu!
7 Rem mendadak
8 kolom komentar
9 Ruang musik
10 Paling ditolak Tama
11 Kamu tidak tertarik melihat ibu seperti ini?
12 Awas saja ya!
13 apakah pak Ilham tahu?
14 Kok sekarang malah jadian?
15 Harusnya First date!
16 I love purple
17 Tama mengirimkan fotonya
18 jangan menoleh kebelakang lagi
19 Ya pak, saya mau!
20 Garing, tidak renyah!
21 staycation
22 Ketiga kalinya
23 saya sakit hati!
24 Adel.
25 Urat hijau
26 Razia
27 child grooming
28 Anak lelakinya
29 siapa kamu?
30 mending sama Dede gemes aja!
31 merasa bersalah
32 ciuman 21+
33 gak ada yang nungguin elu!
34 Irfan
35 ini karena Tama selingkuh
36 musuh SMA
37 Rumah Raksa
38 menguras kesabaran Guno.
39 Flashdisk
40 calon keluarga suami
41 Ruang Teater
42 Soto Hana
43 Guno termangu
44 Hana belum empat puluh hari!
45 Serangan jantung
46 Mertua Biadap
47 Milik ku
48 Dipecat
49 SIAL
50 alkohol
51 Serpihan botol kaca
52 Kayaknya Tuhan Benci Gue
53 Masih menaruh harap
54 Duda Toxic
55 Cerai dulu baru bercinta 21+
56 Lelah sekali bukan?
57 Cemburu
58 Adel?
59 Sudah mulai luruh perasaannya
60 NPD
61 Tunggu
62 Memeluk lutut
63 Saya masih mencintai kamu Hana
64 Raksa?!
65 Mak, Guno dipenjara
66 Kali ini, Guno tak jujur.
67 Ingkar Janji
68 Haji Muis
69 oh, anak pak RW!
70 Reni bunuh diri
71 Gue mimpi?
72 Tanpa surat lamaran.
73 Sekertaris bos besar.
74 Hari ini Guno milikku!
75 Fuji Hyper?.
76 Ternyata Simpanan
77 Masa depan suram
78 Karoke VVIP 21+
79 Trauma itu kembali
80 Dosa besar
81 Kamu!
82 Tama ditampar
83 Dipermalukan
84 Nama Guno tidak disebut
85 Hukuman
86 Aku mau kamu
87 Jika
88 Menghancurkan Joy
89 Dejavu
90 Hah?!
91 Sepagi ini
92 pingsan 21+
93 Ratu Claster
94 Siapa dia?
95 ini semua salahku!
96 Saya Guno
97 Mba Jum!
98 Adik, kakak ipar.
99 Sang mantan 21+
100 Pak Joy ngamuk!!
101 Tamu undangan
102 Pengantin laki-laki 21+
103 Kabar pahit
104 Dukun beranak
105 Gagal 18+
106 Kamu selalu ada untuk ku
107 Hamil anak siapa kamu?
108 Tegas, berotot dan kejam.
109 Eksekusi 21+
110 Mayat Guno 21+ (TAMAT)
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Mendadak Duda
2
Tama!
3
Blok M
4
Cukup apa uang segitu?
5
Risih
6
Jangan macam-macam kamu!
7
Rem mendadak
8
kolom komentar
9
Ruang musik
10
Paling ditolak Tama
11
Kamu tidak tertarik melihat ibu seperti ini?
12
Awas saja ya!
13
apakah pak Ilham tahu?
14
Kok sekarang malah jadian?
15
Harusnya First date!
16
I love purple
17
Tama mengirimkan fotonya
18
jangan menoleh kebelakang lagi
19
Ya pak, saya mau!
20
Garing, tidak renyah!
21
staycation
22
Ketiga kalinya
23
saya sakit hati!
24
Adel.
25
Urat hijau
26
Razia
27
child grooming
28
Anak lelakinya
29
siapa kamu?
30
mending sama Dede gemes aja!
31
merasa bersalah
32
ciuman 21+
33
gak ada yang nungguin elu!
34
Irfan
35
ini karena Tama selingkuh
36
musuh SMA
37
Rumah Raksa
38
menguras kesabaran Guno.
39
Flashdisk
40
calon keluarga suami
41
Ruang Teater
42
Soto Hana
43
Guno termangu
44
Hana belum empat puluh hari!
45
Serangan jantung
46
Mertua Biadap
47
Milik ku
48
Dipecat
49
SIAL
50
alkohol
51
Serpihan botol kaca
52
Kayaknya Tuhan Benci Gue
53
Masih menaruh harap
54
Duda Toxic
55
Cerai dulu baru bercinta 21+
56
Lelah sekali bukan?
57
Cemburu
58
Adel?
59
Sudah mulai luruh perasaannya
60
NPD
61
Tunggu
62
Memeluk lutut
63
Saya masih mencintai kamu Hana
64
Raksa?!
65
Mak, Guno dipenjara
66
Kali ini, Guno tak jujur.
67
Ingkar Janji
68
Haji Muis
69
oh, anak pak RW!
70
Reni bunuh diri
71
Gue mimpi?
72
Tanpa surat lamaran.
73
Sekertaris bos besar.
74
Hari ini Guno milikku!
75
Fuji Hyper?.
76
Ternyata Simpanan
77
Masa depan suram
78
Karoke VVIP 21+
79
Trauma itu kembali
80
Dosa besar
81
Kamu!
82
Tama ditampar
83
Dipermalukan
84
Nama Guno tidak disebut
85
Hukuman
86
Aku mau kamu
87
Jika
88
Menghancurkan Joy
89
Dejavu
90
Hah?!
91
Sepagi ini
92
pingsan 21+
93
Ratu Claster
94
Siapa dia?
95
ini semua salahku!
96
Saya Guno
97
Mba Jum!
98
Adik, kakak ipar.
99
Sang mantan 21+
100
Pak Joy ngamuk!!
101
Tamu undangan
102
Pengantin laki-laki 21+
103
Kabar pahit
104
Dukun beranak
105
Gagal 18+
106
Kamu selalu ada untuk ku
107
Hamil anak siapa kamu?
108
Tegas, berotot dan kejam.
109
Eksekusi 21+
110
Mayat Guno 21+ (TAMAT)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!