Awan masih menjatuhkan tangisnya, dibarengi dengan kilat ringan namun tanpa suara. Tama menunggu di dalam mobil memperhatikan orang-orang sekitar yang sedang membicarakan Reni pun dirinya sesekali menatap jalan yang di depannya terdapat ada banyak sekali kendaraan yang berlalu lalang.
Kemana Kateha? Dia izin ke toilet sebentar. Namun sudah lima belas menit berlalu, raga kekasihnya itu belum muncul. Menghela nafas begitu panjang dengan mata yang masih menyebar pandangannya kemana-mana. Lagi-lagi, Tama melihat anak kecil yang masih ditenangkan oleh pria dewasa. Tangisnya sedari tadi belum reda, pasti anak itu ingin menyudahi. Capek sekali, Tama juga pernah merasakannya waktu dulu. Waktu kehilangan ayahnya.
Bosan menunggu, Tama turun dari mobil. Dia menggunakan payung basah yang tadi sempat mereka berdua pakai. Sedikit berhati-hati, dia berhasil menghampiri anak kecil itu.
"Permisi!" Sapa Tama pada pria dewasa yang sedang memeluk anaknya.
Pun yang didapat hanya anggukkan, Tama tersenyum kemudian dia mengeluarkan permen dari dalam jaketnya.
"Aku punya sesuatu untuk kamu!" Ucap Tama semangat sembari menyodorkan permen lolipop berwarna putih dan pink.
Anak itu tangisnya perlahan mereda. Sedikit ragu, tangannya meraih permen lolipop milik Tama.
"Terima-a-kasih" Suaranya pelan sedikit tercekat karena belum berhenti sempurna tangisnya.
"Sama-sama, eh! Nama kamu siapa? Aku Tama!" Tama mendorong tangannya untuk berjabat dengan anak itu.
Tangan mungil, dingin, dan lembab membalas jabatannya. Dan dia mau berbicara sedikit lantang "Aku Rendi". Ya! Itu anak Reni, Rendi yang dahulu pernah dikenalkan kepada Guno. Pantas saja Tama merasa iba dan pernah melihat tapi dirinya lupa kapan dan dimana. Tama menganggukkan kepalanya beberapa kali, lalu mencoba duduk disampingnya. Bersama pria dewasa "Saya Ayahnya, Herman!" Pun beliau memperkenalkan diri. Tentu berjabat tangan lagi.
Sedangkan disisi lain, Guno memperhatikan Tama yang tengah mengobrol bersama Rendi dan Herman. "Tama..." Menguca…
Lelaki Manipulatif
Gue mimpi?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments