Tama menghampiri Guno yang tengah berdiri menyandarkan bahunya ke pilar.
" Mas! "
Guno yang tengah melamun sembari menghisap puntung rokok yang sedikit lagi akan habis terbakar langsung berbalik arah ke sumber suara.
" Sudah? " Tanya Guno.
Tama menganggukkan kepalanya.
" Saya sudah bayar semua jadi mas tidak perlu masuk kedalam "
" Loh? Yang ajak kamu kesinikan saya, kok malah kamu yang bayar? "
" Gakpapa, kita saling saja. Tadi mas bayarin saya nonton film sekarang saya yang bayarin sotonya, impas! "
" Saya tidak suka loh kamu begini "
" Saya juga tidak suka makan sendirian didalam "
Tama tersenyum kemudian dia berjalan menuruni anak tangga lalu menuju parkiran, Guno yang diam saja tak dipanggil oleh Tama akhirnya memutuskan untuk membuang puntung rokok yang sedari tadi dijepit jari telunjuk dan jempolnya kemudian tak lupa diinjak sampai sisa bakarannya hangus menghitam ditanah, dirinya mengejar Tama yang langkah kakinya semakin jauh dari Guno.
" Tama! Tama! "
Guno berjalan sedikit berlari sembari memanggil nama kekasihnya itu tapi dihiraukan oleh Tama dirinya tetap fokus melihat ke jalan menuju tempat parkiran. Sampainya di dekat motor Guno, Tama berdiri, diam dengan wajah cemberutnya dan memangku kedua tangan yang sepertinya didalam dekapan kedua tangan itu tersimpan emosi yang membara.
Nafas yang terengah-engah keringat yang sedikit bercucuran menggambarkan betapa capeknya Guno mengejar Tama yang sedang marah. Guno menatap tajam pada Tama tapi Tama menatap ke arah yang lain.
" Kamu marah karena saya merokok? "
Tama diam tak bergeming...
" Tama, jawab dong! Jangan tiba - tiba pergi menjauhi saya! "
" Gak tahu pikir saja sendiri! "
" Tama... Saya kan sudah minta izin, jangan begitu! Saya janji lain kali saya akan tunggu kamu makan sampai selesai "
Tama masih dengan posisi memangku kedua lengannya berkata " kayaknya kamu berbohong ya sama saya, bilang itu tempat favorite kenyataannya memang itu tempat sotonya Hana yang biasa dibelinya " Guno putus asa,…
Lelaki Manipulatif
Guno termangu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments