Makin hari rasa pusing dan mual makin menjadi, Tama pun beberapa hari ini mengambil cuti. Untungnya, Jinan suk sangat baik. Dia sangat memanusiakan manusia para pekerjanya. Ibu Tama tidak curiga, karena alasan logis sakit pada lambungnya mendukung gejala yang tiap hari Tama rasakan.
Kateha, sang mantan yang masih mencintai Tama selalu rutin datang kerumah untuk mengecek kondisinya. Tak lupa dia membawa buah tangan sesuai keinginan Tama. Kateha mengerti ibu hamil kalau ngidam harus dituruti.
Duduk bersama Kateha diruang tamu, ini sudah jam sembilan pagi. Tama kebingungan "Kok kamu gak masuk sekolah? Inikan Selasa!" Kateha mengerucutkan bibirnya, sembari mengupas apel untuk Tama "Aku juga mengambil cuti, sama kayak kamu."
Tama tersenyum duduknya dirapatkan dengan Kateha.
"Kamu bolos?"
"Ya!"
"Katanya ada pertandingan, kalau kamu bolos ngambek lagi dong mereka?"
"Biar saja, ibu hamil lebih penting daripada sekolah"
"Kok begitu? Sekolah mu yang penting sayang!"
Sayang, kata itu keluar begitu saja dari mulut Tama. Membuat suasana jadi hening dan mereka saling tatap "Kenapa kita nggak balikan aja? Toh kamu masih sayang sama aku" Tanya Kateha. Tama diam, dirinya melihat diri sendiri "Memangnya kamu mau sama aku yang lagi berbadan dua? Bukan anak kamu lho ini!".
Kepahitan itu tentu Tama beberkan, agar tidak ada harapan yang muncul dari hati Kateha. Menghela nafas kemudian mengulum lidahnya sendiri, rahang mengeras dan rasa sakit hati yang Kateha kubur dalam-dalam, kini perlahan muncul. Sempat terbayang olehnya ketika Guno sedang menyetubuhi Tama. Meskipun kenyataannya Tama ketakutan, menangis sesenggukan tapi, rasa tidak rela itu ada!.
Mengalihkan pembicaraan dengan menyuapi Tama sepotong apel merah, yang rasanya manis sekali. "Gimana? Enakkan apel yang aku bawa?" Tama mengangguk masih dengan mulut mengunyah ia mengacungkan jempol sembari berkata, "Enak!".
Sederhana tapi membuat hati Kateha senang kembali, ia berusaha melupakan kejadian tragis itu. Ia hanya ingin terlihat ku…
Lelaki Manipulatif
Sang mantan 21+
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments