Suasana begitu mencekam, udara pun perlahan berhembus menusuk kulit tangan mereka yang tengah bersentuhan. Satu sama lain saling menatap, dan tatapan itu menjadi perantara keresahan Tama pada Kateha.
Suara Kateha yang tadi naik beberapa oktaf, kini melemah. Tangan yang mencengkram kuat perlahan melonggar dan tubuh perempuan yang ada didepannya ia peluk. Seraya untuk melindungi, memberikan rasa aman.
"Kamu kenapa?"
Namun Tama tidak menjawab, ia malah menangis didada Kateha. Tangan kekar itu mengelus lembut kepala Tama "Mau makan bubur?" Tawarnya. Pun Tama mengangguk, ia setuju untuk diajak bicara. Mereka berdua pun keluar dari klinik, dan makan bubur diangkringan.
"Mau pakai sate?"
Tama mengangguk dan Kateha mengambilkan sate itu untuknya. "Nih, makan yang banyak. Aku yang bayar!" Tama malu, dia benar-benar malu. Bertemu dengan mantan dengan kondisi yang mengenaskan. Tama belum sarapan, dan secara tiba-tiba nafsu makannya naik. Tama makan dengan lahap.
Kateha menatapnya sedari tadi, ia mengambil tisu lalu dilapkan ke bibir Tama "padahal soal umur lebih tua kamu, tapi kalau makan kamu kayak anak kecil." Tama tersenyum, dan rasa malunya bertambah.
"Maaf kalau aku mengganggu selera makanmu, tapi aku harus tahu keadaan kamu sekarang. Kamu kenapa Tam?"
Tama terdiam sejenak, lalu matanya kini mulai berani menatap wajah Kateha. "Apa yang kamu tanyakan tadi itu benar, aku hamil." Kateha menghela nafas, ia merasakan lemas yang sama dengan apa yang Tama rasakan pada saat mendengar kabar itu.
"Kok bisa hamil? Kamu— melakukan itu dengan pacar barumu?"
"Dia bukan pacarku"
"Hah? Kalau bukan pacar, kamu?"
"Aku diperkosa, oleh orang yang sama."
"Siapa?"
"Guno"
Mulut kecil berwarna merah itu menyebut nama bajingan yang tak pantas disebut manusia. Kateha masih ingat bagaimana lelaki itu membuat Tama trauma. Kini, nama itu disebut lagi, menghancurkan masa depannya.
"Terus kamu sudah bicarakan ini dengan Guno?"
Tama menggelengkan kepalanya dan Kateha menghembuskan nafasnya ke udara. "Ke…
Lelaki Manipulatif
Ratu Claster
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments