" Kamu tidak tertarik melihat ibu seperti ini? "
Guno mengerenyitkan keningnya dan secara sigap langsung melepas tangan ibu mertuanya itu yang tadi sempat menempel ke tangannya.
Srak!
" Sewajarnya saja jadi orangtua Bu, saya serumah dengan ibu karena saya mengingat Hana bukan karena saya tertarik kepada ibu "
setelah itu Guno betul-betul meninggalkan ibu Hana sendirian di tengah rumah dengan pakaiannya yang terbuka. Guno masuk ke dalam kamar lalu menghempaskan tubuhnya ke atas kasur.
" kalau sampai CCTV itu besok masih ada, kayaknya harus siap-siap deh bakalan kena tegur atau cari pekerjaan baru dari sekarang " ucap Guno pada dirinya sendiri.
Guno menguap " Huam!!! " dia menggeliat meregangkan tubuhnya itu kemudian secara perlahan matanya tertutup dan tertidur lelap.
Brak!!!
sesuatu memecah ruang yang hening, membuat mata Guno membulat, membelalak, terkejut karena ternyata yang membuat suasana menjadi tegang adalah sebuah vas bunga yang terbuat dari tanah liat pecah ke dinding karena dilempar seseorang.
semua orang tertunduk mendengar perkataan manusia yang berpengaruh di sekolah ini. Siapa lagi kalau bukan kepala sekolah, bapak Jajat! beliau marah besar karena melihat CCTV Guno dengan Tama tersebar di internet.
" Bisa - bisanya anda menghancurkan reputasi sekolah ini dengan begitu mudah?! pak Guno! Saya membangun sekolah ini dengan darah dan perjuangan yang tidak bisa dibayar melalui uang saja! Banyak harga diri dan pengorbanan yang saya pertaruhkan "
Suara pak Jajat memekakkan ruang kantor guru ini, Guno yang dimarahi ditempat pun didepan banyak orang hanya bisa menahan malu.
" Mulai hari ini saya pecat anda! Keluar dari sekolah ini, bikin malu saja! "
Nafas pak Jajat bergemuruh didadanya, malu, kesal, marah dan kecewa. Karena selama ini pak Jajat menaruh rasa percaya yang begitu dalam kepada Guno. Hampir seratus persen beliau memberikan tugas apapun itu yang menurut beliau kesusahan pasti minta tolongnya ke Guno, ada rezeki lebih pasti yang pertama di u…
Lelaki Manipulatif
Awas saja ya!
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments