Di bawah lampu yang terang beralaskan pakaian yang tersusun secara acak. Dua si Joli sedang dimabuk cinta. Mereka sudah selesai dengan aktivitas panas, Guno di bawah sebagai sanggahan dan Fuji berada di atasnya. Menekan dada bidang sang lelaki dengan telinga yang bisa mendengar detak jantung Guno pada saat itu juga.
Anehnya, mereka tidak merasakan dingin yang biasa terpantul dari ubin. Malah satu sama lain berbalutkan peluh yang sesekali dilap menggunakan tangan sendiri.
"Puas?" Tanya Guno sembari mengelus kepala Fuji.
"Puas, besar, panjang dan berurat" Fuji mendeskripsikan kepemilikan Guno.
"Suka?" Lagi Guno bertanya sesingkat mungkin.
"Sangat amat suka!" Jawabnya.
Ada rasa bangga, karena dipuji begitu jelas. Dahulu ketika Hana masih ada, pujian seperti itu tidak pernah sampai ke telinganya. Hana cenderung malu, kerap kali digoda dia hanya bisa memukul pelan dada Guno.
"Oh ya, kalau kamu sudah bukan sekertaris pak Joy. Jabatan kamu di perusahaan apa dong?"
"Mungkin aku kembali jadi operator"
"Sejauh itu kamu akan turun jabatan?"
"Memangnya kenapa? Dulu juga waktu aku jadi operator jauh banget naik jabatannya, terus sekarang harus turun, ya nggak masalah"
"Gaji mu, ikut turun juga?"
"Entahlah, semua tergantung pak Joy"
Guno menghela nafas, setidaknya dia bisa realistis dalam mencintai wanita. Yang tadinya bagaikan langit dan bumi, sekarang? Masih bisa disama ratakan.
(***)
Hari dimulai seperti biasa, pagi begitu cerah. semua karyawan masuk ke ruangannya masing-masing. Tapi, berbeda dengan Fuji dan Tama. Mereka beralih posisi. Tama yang menjabat supervisor qc kini naik menjadi sekertaris satu, sedangkan Fuji. Dia tetap menjadi sekertaris dua! Hanya pindah sedikit kursinya tergeser oleh Tama.
Fuji yang mendengar hal tersebut langsung protes kepada tuan Joy. "Nggak mau! Aku mau jadi anak produksi, sekertaris? Aku muak pak aku muak!" Fuji mengamuk didepan Tama, manager dan ajudan yang selalu mengikuti tuan Joy kemana-mana.
Bagi mereka yang tidak tahu cerita aslinya mera…
Lelaki Manipulatif
Jika
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments