Tama turun dari kasur lalu dia berlari berhambur menuju pintu yang sudah terbuka dan rupanya sudah ada Kateha datang untuk menjemputnya. Rasanya seperti diberi pertolongan langsung oleh Tuhan, Tama langsung memeluk Kateha yang berdiri di ambang pintu.
"Terima kasih kamu sudah datang, aku takut! Sumpah aku takut banget!" Ucap Tama.
Terdengar nafas lega dari mulut Kateha "Syukurlah kamu baik saja" ucapnya sembari mengelus punggung Tama. Guno yang melihat itu langsung berjalan keluar dari klinik. Kateha tidak menyadarinya, karena dia fokus memastikan keadaan Tama.
"Kamu tahu aku pingsan?"
"Kamu sendirikan yang kirim pesan ke aku?"
Tama mengerenyitkan keningnya sembari menggelengkan kepala. Tama berkata "gimana aku kasih pesan, orang aku pingsan! Tas kerja aku dan handphone masih di ruang supervisor" Kateha menghembuskan nafas panjang "Mungkin itu teman kamu, bilang terimakasih sama dia karena sudah memberi tahu aku!" Tama terdiam lalu menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah ambil barang-barangmu sekarang, kita pulang!"
Pun Tama mengikuti perintah Kateha, sedangkan Guno. Dirinya duduk sendirian didapur, mematung, mengingat semua kejadian. Lagi-lagi bukannya merasa bersalah dan gundah dengan ekspresi Tama yang seperti tadi, Guno malah tersenyum. Bibirnya menyeringai.
"Harum tubuhnya masih sama" ucap Guno pada dirinya sendiri "sayang sekali aku tidak menciumnya" tambahnya yang kemudian tangan Guno merobek baju bagian belakang.
Srak!!!!
Kancing bajunya pun sengaja dilepas.
Trak!! Trak!!
Lalu rambutnya diacak-acak secara kasar. Pun dia menampar dirinya sendiri beberapa kali.
Plak!!
Plak!!
Plak!!
Wajahnya merah! Lalu Guno berhitung "satu, dua, tiga!".
Kret!!!!!
Bidan klinik datang ke dapur untuk menemui Guno, sedikit tergesa dan terlihat wajah khawatir dari beliau. "Pak Guno! Tama sudah pu.. lang.." Bidan klinik terdiam sejenak, lalu melihat pakaiannya yang robek pada bagian belakang dan wajah kusut, teracak.
"Pak Guno kenapa?"
Tiba-tiba kedua mata Guno berkaca-kaca seperti me…
Lelaki Manipulatif
Tama ditampar
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments