“Pak Lurah! Itu belanjaan saya. Kenapa Pak Lurah yang bayarin?” Akhirnya Nindya tersadar juga dari keterkejutannya atas tindakan Lingga.
Lingga pura-pura tidak mendengar protes Nindya dan terus berjalan dengan tidak mengindahkannya.
“Ih, dasar manusia menyebalkan. Maksudnya apa sih pakai bayarin segala? Biar saya punya utang budi sama dia, gitu?” Nindya terus saja menggerutu sendiri. Ia menggerutu dengan suara rendah karena malu jika suaranya terdengar orang-orang.
Merasa tidak ada gunanya melayangkan protes, Nindya berlari kecil untuk mensejajari Lingga.
“Berapa nomor rekeningnya? Saya mau transfer.” Nindya masih bersikeras untuk membayar semua barang belanjaannya.
“Masih ada yang harus dibeli?” Alih-alih menjawab permintaan Nindya, Lingga mengajukan pertanyaan lain.
“Tidak ada,” sambar Nindya cepat. “Berapa nomor rekeningnya?” ulang Nindya.
“Saya tidak ingat nomor rekening saya. Lagipula, siapa yang ingat nomor rekening yang angkanya banyak itu. Memangnya kamu ingat nomor rekening kamu sendiri?” tanya Lingga.
Nindya menjawab dengan gelengan.
“Nah kan. Kamu sendiri tidak ingat nomor rekening kamu. Saya juga tidak ingat.”
“Saya bayar pakai cash, tapi kurangnya nanti saya transfer. Lagian tadi juga saya mau bayarnya pakai debit card karena saya gak punya cash banyak. Kenapa juga Pak Lurah yang bayarin? Saya gak mau punya utang sama Pak Lurah!” tegas Nindya.
“Kamu tidak usah bayar. Ini bukan utang kamu. Kamu belanja barang-barang ini buat murid-murid kamu di sekolah, kan?”
Nindya mengangguk.
“Anggap saja, saya jadi sponsor buat murid-murid kamu,” tandas Lingga.
“Tapi kan… saya juga beli novel buat diri saya. Kalau begitu, saya bayar novelnya saja.” Nindya mengeluarkan dompet untuk mengambil uang tunai yang ia miliki. Ia yakin uang tunai yang ia miliki cukup untuk membayar novel-novel yang dibelinya.
“Tidak usah! Anggap saja saya menghadiahkan novel-novel itu buat kamu sebagai tanda terima kasih atas kerja keras kamu.”
Nindya sudah tidak bisa lagi memprotes keputusan L…
Kepak Asa
51. Bertemu Orang Tua
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments
Rus Tono
knp setiap up selalu lama pa dahal cerita nya bagus...up yg rajin .di tunggu kelanjutan nya
2024-06-23
0
Dwi Rahayu
lanjutkan
2024-06-05
0