Sepasang mata itu menatap marah sekaligus damba. Marah karena tidak suka dengan adegan demi adegan yang dimainkan sepasang anak muda yang terlihat seperti saling jatuh cinta. Damba karena sang perempuan terlihat begitu cantik, jantungnya kerap berdetak lebih cepat setiap kali melihatnya. Hatinya begitu sakit tatkala melihat kemesraan perempuan yang dicintainya bersama laki-laki lain.
Sebuah pesan ia kirimkan pada pujaan hatinya. Tentu saja ia tahu pesannya tidak akan segera mendapatkan balasan, tapi ia akan bersabar menunggu.
Sementara itu, Nindya merasa Lingga sedang menatapnya. Tentu saja ia tidak berani mendongakkan kepalanya. Untuk mengusir rasa gugupnya, ia fokus untuk menghabiskan makanan yang masih tersisa di piringnya. Sungguh, ia tidak kuasa menyuapkan nasi dengan barbar. Ia khawatir Lingga tidak suka melihat cara makan yang barbar.
“Kenapa makannya sedikit-sedikit?” tanya Lingga. Sepertinya ia salah paham ketika melihat cara makan Nindya yang begitu Anggun.
“Enak,” jawab Nindya cepat.
“Kenapa makannya seperti malas-malasan begitu?”
“Memangnya harus makan berangasan?” balas Nindya sengit. Nindya yang galak sepertinya telah kembali.
“Ya tidak juga. Saya sudah beberapa kali makan bersama kamu, tapi baru kali ini kamu makan aleman sekali. Seperti cara makan perempuan yang sangat pemalu atau memang tidak suka dengan makanannya. Kamu yang mana?” selidik Lingga.
“Bukan keduanya,” jawab Nindya galak. “Dasar menyebalkan.”
Karena kesal dengan tuduhan Lingga yang tidak berdasar, Nindya melupakan rasa gugupnya. Ia menyendok nasi liwet yang masih tersisa di kastrol dan memindahkan ke atas piringnya. Dengan emosi yang semakin memuncak, ia pun menyendok sisa karedok dan menghabiskannya tanpa sisa. Ia tidak peduli lagi dengan pandangan Lingga padanya.
“Nah, seperti ini baru Inda yang saya kenal,” komentar Lingga sambil tertawa.
Nindya akhirnya menyadari bahwa Lingga mungkin tidak membenci caranya makan atau bahkan sikapnya yang selalu jutek dan galak. Sepertinya ia bisa m…
Kepak Asa
67. Siap Menjadi Istri
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments