Suatu malam di sebuah apartemen di pinggiran kota.
“Kang, seneng gak Neng ngikutin Akang ke sini?”
“Bukan Cuma seneng aja Neng, tapi bahagia banget. Sebenarnya Akang juga gak apa-apa kalau Neng gak temenin. Akang udah menyiapkan mental berjauhan sama Neng.”
“Hmm, jadi gak apa-apa nih kita tinggal jauhan?” tanya Nindya sedikit kesal. Ia sudah berusaha menekan keinginannya, tapi jawaban Lingga tidak sesuai harapan.
“Tadinya Akang memang sudah menyiapkan mental, tapi Allah baik sama Akang. Buktinya, hasil konsultasi Neng sama Allah, terus bersama mendampingi. Neng pasti cinta banget kan sama Akang?” goda Lingga.
“Iiih siapa bilang. Akang tuh yang cinta banget sama Neng.”
“Memang.” Lingga memeluk Nindya erat. Tidak lupa menjejakkan ciuman di hampir seluruh permukaan wajah Nindya.
Lelahnya belajar di negeri orang menjadi tidak terasa dengan kehadiran perempuan yang menjadi bahan bakar semangat hidupnya.
Selama menemani Lingga, Nindya memutuskan untuk menambah skill-nya. Mumpung berada di luar negeri, ia memutuskan untuk menambah kemampuan yang mungkin tidak akan di dapatnya di negeri sendiri dengan kepadatan aktivitasnya sebagai guru.
Hampir satu tahun Nindya menemani Lingga. Mereka memutuskan untuk tidak pulang untuk sekadar melepas rindu pada orang tua mereka. Lingga ingin cepat-cepat menyelesaikan studinya agar bisa cepat pulang dan mengamalkan ilmu yang di dapatnya di negeri sendiri.
Pada suatu sore, Nindya membereskan meja belajar Lingga. Ia menemukan sebuah gantungan kunci boneka yang begitu familiar. Gantungan kuncinya mirip dengan gantungan kunci miliknya saat kanak-kanak.
“Akang, ini punya siapa?” tanya Nindya.
Lingga melihat gantungan kunci di tangan Nindya. ia ingat selalu membawa gantungan kunci di tempat pensilnya baik saat di ia masih jadi pelajar sampai ia jadi mahasiswa. Walaupun berganti tempat pensil, gantungan kunci itu selalu ada di dalamnya. Bukan bermaksud menjadikannya jimat, tapi Lingga memperlakukan gantungan kunci itu sebagai simbol perjuanganny…
Kepak Asa
74. Kejutan Manis
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments