“Selamat pagi, Pak Lurah. Selamat datang kembali.” Semua staf kelurahan menyambut kedatangan Lingga setelah tiga minggu lebih mereka bekerja tanpa seorang pemimpin.
Lingga tersenyum mendapati semua staf gembira menyambutnya.
“Terima kasih atas doa bapak dan ibu sekalian. Semoga kita dimampukan untuk semakin giat bekerja dan tetap bersemangat dalam melayani warga.” Lingga memberikan kalimat penyemangat untuk para stafnya.
“Jangan sakit lagi ya Pak Lurah. Kami jadi kurang bersemangat kalau tidak ada Pak Lurah.” Beberapa staf perempuan muda menyampaikan isi hati yang ingin mereka ungkapkan.
“Jangan begitu. Kita harus tetap semangat kerja karena Allah, jangan karena manusia. Kalau kita bekerja untuk mengharapkan pujian dari manusia lain, maka semua yang kita kerjakan tidak akan dianggap sebagai ibadah, tapi kalau kita bekerja karena Allah, maka semua yang kita kerjakan akan dinilai sebagai ibadah.” Lingga memberikan sedikit pencerahan kepada beberapa stafnya yang masih muda, yang mungkin masih mengharapkan pujian manusia lain saat beraktivitas.
“Baik Pak Lurah,” jawab mereka kompak. Ceramah singkat Lingga semakin membuat hati mereka berbunga-bunga. Mereka semakin yakin untuk menjadikan Lingga sebuah asa, harapan menjadikan salah satu dari mereka sebagai pasangan. Walaupun sudah terdengar desas desus kedekatan Lingga dan Nindya, tidak membuat mereka patah arang. Mereka yakin jodoh itu rahasia Illahi. Tidak akan yang pernah mengetahui siapa jodoh seseorang hingga kalimat akad terucap. Selama belum ada ucapan akad Lingga pada Nindya ataupun perempuan lain, mereka akan terus menggantungkan harapan mereka setinggi-tingginya.
Selamat pagi perempuan cantik kesayangan Lurah Mekarjaya, apa kabarnya pagi ini?
Nindya menatap layar ponselnya lama. Butuh waktu tidak sebentar untuk mencerna satu kalimat sapaan panjang yang dikirim Lingga.
“Apa otak Pak Lurah sudah rusak, ya?” Nindya bertanya-tanya sendiri. Sulit baginya untuk mempercayai jika pesan yang sekarang terpampang di layar p…
Kepak Asa
62. Calon Mertua
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments