“Yuk!” ajak Lingga pada Nindya.
Sambil menghentakkan kaki karena kesal, Nindya mengikuti Lingga menuju tempat parkir.
“Mana helmnya?” tanya Nindya ketika ia tidak melihat Lingga membawa helm tambahan untuk penumpang.
“Saya tidak bawa. Untuk hari ini, tidak apa-apa kita langgar aturan sedikit,” ujar Lingga sambil tertawa.
“Masa seorang pemimpin melanggar aturan,” sindir Nindya.
Lingga pura-pura tidak mendengar sindiran Nindya.
“Saya akan hati-hati bawa motornya. Kalau kamu mengutamakan keselamatan, kamu saja yang pakai helm.” Lingga membuka kembali helm yang sudah dipakainya dan menyodorkannya pada Nindya.
“Tidak usah!” kata Nindya kesal.
“Pakai saja.” Lingga memakaikan helm secara paksa.
“Tidak mau.” Nindya melepaskan dan menyorongkannya pada Lingga.
“Kenapa?” tanya Lingga.
“Helmnya bau kamu. Ayo cepat jalan!” Nindya tidak menyadari bahwa sejak tadi ia memanggil Lingga dengan sebutan kamu. Sebuah kata yang pasti akan ia anggap tidak sopan dalam keadaan normal. Namun, Nindya sudah tidak sabar untuk segera sampai ke rumahnya dan tidak lagi berdekatan dengan Lingga.
Lingga tertawa mendengar alasan Nindya yang tidak mau memakai helm. Kemudian ia menghidu helmnya dan tidak mencium bau yang tidak sedap. Ia rutin membersihkannya supaya bersih dan tidak berbau. Ia juga rajin keramas. Hampir tiap hari ia keramas.
“Tidak bau kok.” Lingga mendekatkan helm bagian dalam ke hidung Nindya. “Saya rajin mencuci helm. Saya juga setiap hari keramas.”
Nindya menatap Lingga dengan tajam. Ia mengertakkan gigi menahan kesal. Senyuman Lingga semakin membuat ia tidak bisa lagi mengotrol emosi. Ia pukul punggung Lingga dengan keras.
“Wow, tenaga kamu kuat juga.” Lingga meringis menahan sakit di punggungnya.
“Kalau kamu begini terus, saya pulang sendiri saja atau minta Bang Fahri yang antar pulang.”
“Jangan!” seru Lingga. Ia tidak suka mendengar nama Fahri keluar dari mulut Nindya.
“Makanya jangan suka bikin kesal orang. Kamu itu hobi sekali membuat saya kesal. Mungkin inilah alasan kenapa sa…
Kepak Asa
43. Serangan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments