“Kenapa?” tanya Lingga. Nindya akhirnya menyadari panggilan yang digunakan Lingga. “Dari tadi saya menyebut kamu dengan panggilan Neng tidak protes.”
Nindya terlihat salah tingkah dengan pertanyaan dan pernyataan Lingga. Sebenarnya ia sudah menyadari panggilan yang digunakan Lingga, tetapi tadi suasananya tidak memungkinkan untuk melancarkan protes jadi Nindya membiarkannya saja.
“Ah sudahlah, terserah kamu saja mau panggil saya dengan sebutan apapun.” Akhirnya Nindya menyerah.
“Saya panggil kamu dengan sebutan Neng. Kamu juga bisa panggil saya dengan sebutan lain. Jangan Pak Lurah. Kesannya saya sudah tua. Padahal saya kan belum setua itu.”
“Saya panggil Pak Lurah saja seperti yang lainnya. Abah dan Ambu saya saja memanggil kamu dengan sebutan Pak Lurah.” Nindya berkata tegas.
“Tapi kamu memanggil Dokter Fahri dengan sebutan Abang. Saya juga ingin seperti itu.” Ada nada iri dan cemburu dalam perkataan Lingga.
Nindya segera beranjak sambil mengangkut piring kotor bekas makan mereka. Ia menghindar untuk memberikan jawaban.
“Tunggu Neng.” Lingga menarik lengan Nindya.
Nindya melotot sambil mengancam, “Kalau gak lepas, ini piring bisa melayang ke kepala kamu.”
“Memang Neng tega?” Lingga terkekeh mendengar ancaman Nindya.
“Mau melihat setega apa saya sama kamu?” Nindya sudah mengangkat piring ke atas seolah-olah akan melemparkannya ke kepala Lingga.
Setelah pegangan Lingga terlepas, Nindya langsung berlari menuju dapur. Kini jantungnya berdetak lebih kencang, entah karena jengkel atau ada emosi lain yang belum ia sadari.
Nindya sengaja berlama-lama di dapur. Ia tidak ingin menemani Lingga. Ia takut jantungnya tidak bisa diajak bekerja sama.
Ketika Nindya membawakan segelas jus jeruk untuk Lingga, ia melihat laki-laki yang penuh dengan luka itu sedang tertidur pulas di sofa.
Nindya menyimpan gelas berisi jus jeruk itu di atas meja. Ia memandang wajah Lingga yang sedang tertidur. Ada kerut di dahi Lingga yang menandakan banyak hal yang mungkin ia pikirkan hingga terbawa k…
Kepak Asa
46. Masih Berdua
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments
Vani Setiani
jangan kelamaan up nya Thor cerita nya bagus🌹🌹🌹
2024-04-04
0