Setengah berlari Lingga menyusuri lorong rumah sakit. Ia masuk ke ruang unit gawat darurat dan menemukan Nindya masih tergolek tak sadarkan diri.
“Nindya kenapa, Teh?” tanya Lingga cemas.
“Dokter sialan itu sepertinya membubuhkan obat bius ke dalam makanan dan minuman Nindya. Teteh sudah mengambil sample makanan dan minuman yang dikonsumsi Nindya dan sekarang masih dalam proses pemeriksaan di laboratorium,” jelas Xena.
“Syukurlah. Untung lokasi Teteh ada di dekat lokasi mereka. Kalau saja Teteh terlambat datang, aku gak bisa bayangkan bagaimana… gimana kalau…”
“Sudahlah, Ga. Semuanya sudah dalam kontrol pihak berwajib. Aku pastikan dokter mesum itu akan mendapakan hukuman setimpal dari perbuatannya.
Xena mengenalkan Tema pada Lingga.
“Terima kasih, Kang. Tanpa bantuan Akang dan Teh Nana, saya mungkin, Nindya mungkin…” Lingga tidak sanggup meneruskan kalimatnya. Membayangkan kehormatan Nindya terengut membuatnya cemas luar biasa. Bukan karena ia tidak bisa menerimanya, tapi ia begitu khawatir Nindya yang tidak mampu menerimanya.
Lingga terus menggenggam tangan Nindya yang belum sadarkan diri. Ia berdoa meminta Nindya segera siuman.
“Argh… ini di mana?” suara Nindya terdengar lirih.
“Alhamdulillah, akhirnya kamu siuman juga.”
Nindya menatap Lingga penuh tanda tanya.
“Ini di mana? Kenapa ada Pak Lurah? Tadi saya lagi bersama…” Nindya tidak berani meneruskan kalimatnya.
“Bersama dokter sialan itu?” tanya Lingga tidak suka.
“Maaf, saya tidak bermaksud…”
“Tentu saja kamu bermaksud,” potong Lingga masih kesal.
“Maaf,” lirih Nindya.
“Saya maafkan kamu kali ini dengan catatan tidak ada lain kali.”
“Iya, maaf. Saya hanya tidak mau mengganggu Pak Lurah kalau terus-terusan bertanya dan minta izin.”
“Seharusnya kamu memberitahu saya dan tidak bertindak sendirian. Saya tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan. Sekarang kenyatannya begini, kan?”
“Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Nindya. Suaranya masih terdengar lemah. Sejujurnya Lingga tidak ingin mengatakan yang sebenarnya,…
Kepak Asa
73. Keputusan Sulit
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments