Hari ini adalah hari peresmian kegiatan yang akan dilaksanakan di pusat pelatihan. Walaupun sebenarnya kegiatan pelatihan yang digagas oleh Nindya dan teman-temannya ini sudah dilaksanakan jauh hari sebelum hari ini, tetapi inilah hari dimana pusat pelatihannya akan dibuka secara resmi.
Rencananya, Lingga sebagai Lurah di desa ini akan membuka secara resmi pusat pelatihan yang diberi nama Pusat Pelatihan Mandiri. Nindya sudah meminta kesediaan Lingga dari jauh-jauh hari.
Peresmian Pusat Latihan Mandiri ini dihadiri oleh para tokoh masyarakat yang pernah Nindya dan teman-temannya kunjungi. Selain para tokoh masyarakat, istri-istri mereka juga turut hadir. Ada banyak ibu muda dan anak-anak yang turut hadir.
“Gimana, Nda? Kamu yakin sudah menghubungi Pak Lurah?” tanya Endah. Keringat mengucur di hampir seluruh bagian wajahnya.
“Sudah. Aku sudah kirim pesan juga kemarin sore supaya dia tidak lupa datang hari ini,” jawab Nindya. Keringatnya pun tak kalah deras dari Endah.
Hari ini Nindya dan Endah memang menjadi orang yang paling sibuk dalam menyiapkan agar acara peresmian pusat pelatihan dapat berjalan dengan baik.
“Kenapa Pak Lurah belum datang juga? Ini acaranya sebentar lagi di mulai. Para undangan juga hampir semuanya sudah datang.” Endah terlihat panik. “Coba kamu telepon Pak Lurahnya, Nda.”
Nindya mengambil ponsel dari tas kecilnya dan langsung mencari nama Pak Lurah dan memijit nomor teleponnya.
Deringan pertama tidak diangkat, deringan kedua tidak juga diangkat. Entah deringan keberapa Nindya masih sabar menunggu panggilannya diangkat. Setelah mendengar mesin penjawab, Nindya kembali memijit nomor Lingga dan mendapatkan hasil yang sama hingga mesin yang menjawab panggilannya.
“Sudah nyambung, Nda?” tanya Endah.
“Ponselnya aktif tapi orangnya gak jawab.”
“Mungkin sedang di perjalanan,” tebak Endah. “Kita tunggu saja sekitar 15 menit-an lagi. Masih ada beberapa undangan yang belum datang juga. Haji Kurnia dan istrinya Pak Camat juga belum datang.”
Nindya mengang…
Kepak Asa
40. Peresmian
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments