“Bagaimana kejadiannya sampai dikeroyok sama preman desa, Pak Lurah?” tanya Darma setelah mereka selesai makan malam.
“Biasalah, Pak Haji. Ada pihak-pihak yang tidak suka dengan terobosan yang dilakukan oleh saya dan teman-teman. Ada pihak yang terganggu kepentingan pribadinya,” ungkap Lingga.
“Sebagai pemimpin di daerah dengan latar belakang pendidikan yang masih minim memang tidak mudah. Tidak semua warga menerima perubahan yang sebenarnya bisa membuat keadaan mereka lebih baik.”
“Betul Pak Haji. Program pendidikan yang dirintis oleh Nindya dan teman-temannya saja masih banyak yang menolaknya padahal apa yang ditawarkan Nindya dan teman-temannya sangat bagus.”
“Inda, anaknya sangat keras. Kalau sudah ada maunya, tidak akan ada yang bisa menghentikan. Saya mohon Pak Lurah dan jajarannya membantu dan mendukung program-program pendidikan yang dirintis Inda dan teman-temannya. Kalau Inda bersikap kurang baik pada Pak Lurah, laporkan saja pada saya atau ibunya,” pinta Darma.
Setelah, Nindya dan Euis sudah menyelesaikan urusan dapur, mereka bergabung dengan Lingga dan Darma di ruang keluarga. Nindya membawa piring berisi berbagai macam buah potong, seperti melon, semangka, dan pepaya.
“Sudah malam, Pak Lurah mau menginap saja di rumah kami?” tawar Euis.
“Tidak usah merepotkan, Bu Haji. Belum terlalu larut malam. Saya yakin tidak akan ada begal di desa kita, tidak seperti di kota besar,” seloroh Lingga.
“Gak ada begal, tapi dicegat sama preman seperti tadi siang,” celetuk Nindya.
Euis menyikut Nindya untuk memperingatkannya.
“Saya yakin preman-preman yang tadi siang menyerang sudah kapok berhadapan dengan saya,” ucap Lingga sambil terkekeh.
“Kapok apaan? Tubuh udah luka-luka begitu, mana bisa bertahan kalau diserang lagi,” sindir Nindya.
Lingga tersenyum. Dalam hati, ia merasa senang karena Nindya mengkhawatirkannya. Sebenarnya ia tidak begitu yakin Nindya mengkhawatirkannya, tetapi dengan percaya diri ia berkesimpulan begitu berdasarkan dari kata-kata Nindya. Walaupun…
Kepak Asa
47. Gelisah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments