“Surat Keputusannya sudah turun, Ga,” kata Raka, rekan sejawat Lingga.
“Apa tidak bisa dibatalkan atau pindah wilayah?” tanya Lingga masih berharap dirinya tidak diberikan mandat menjadi seorang Lurah di sebuah desa yang letaknya jauh dari tempat tinggalnya yang sekarang.
“Tidak bisa!” jawab Raka tegas.
“Aku merasa kalau aku tidak akan siap jika harus bekerja di desa.” Lingga mengungkapkan keenganannya.
“Desa itu masih satu provinsi dengan tempat kita tinggal sekarang saudara Lingga yang terhormat. Anda tidak ditempatkan di desa yang terpencil. Jaraknya juga tidak terlalu jauh dan masih bisi dilewati oleh kendaraan. Apa Anda berharap kalau Anda ditempatkan di desa yang sangat terpencil dengan akses jalan yang sulit?” sindir Raka.
“Kamu kan tahu kalau sejak lulus kuliah aku selalu ditempatkan di kota. Aku lebih memilih untuk bekerja di kota saja.” Lingga masih saja menyesali keputusan yang diambil oleh para pemegang kebijakan.
“Kamu itu diberi tantangan malah menolak. Banyak loh yang menginginkan posisi kamu saat ini. Dengan usia yang belum menginjak umur 30 tahun-an tapi sudah mendapatkan kepercayaan untuk memimpin wilayah kelurahan.” Raka berusaha membesarkan hati sahabatnya itu. Raka dan Lingga bersahabat sejak mereka masih duduk di bangku kuliah. Mereka berasal dari provinsi dan suku yang sama sehingga mudah bagi mereka untuk berteman dengan cepat.
“Kalau kamu mau posisiku, ambil saja deh,” tawar Lingga seenaknya.
“Memangnya kita bisa seenaknya memilih jabatan kerja yang kita inginkan. Kita ini abdi negara yang harus selalu siap untuk ditempatkan dimanapun kita diberi amanah. Jangan kufur nikmat dengan menyesali keputusan yang sudah dibuat untuk kamu,” nasehat Raka pada sahabatnya.
“Tapi…”
“Sudahlah, jangan terlalu banyak alasan. Kamu syukuri saja anugrah ini. Kalau kamu mensyukuri apapun yang terjadi sama kamu, Insya Allah hidup kamu akan semakin berkah. Siapa tahu kamu bertemu jodoh dan menikah dengan kembang desa,” kata Raka sambil tertawa.
“Siapa yang mencari…
Kepak Asa
6. Surat Keputusan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments